Melihat Makam Penyebar Agama Islam di Cibeber, Jejak Keturunannya Tak Pernah Diketahui

MAKAM ULAMA: Tersembunyi dan tak banyak orang mengetahui penyebar agama Islam. FOTO:Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bagi warga Kecamatan Cibeber, Mama Syahri atau yang juga dikenal Mama Mpuh cukup harum namanya. Ulama sohor tersebut menjadi sosok yang memiliki jasa cukup besar dalam mensyiarkan agama Islam di wilayah tersebut. Sayangnya, garis keturunan Mama Syahri tidak pernah diketahui.

Laporan: Abdul Aziz N Hakim, CIBEBER

Setiap warga Kampung Cisalak Hilir, Desa Cisalak RT 01/RW 07 Kecamatan Cibeber mengetahui jelas letak makam ulama penyebar Islam pertama di Cibeber. Mama Mpuh biasa dikenal. Makam beliau diketahui sekitar 300 tahun sebelumnya, hingga akhirnya dirapihkan dan dirawat seperti saat ini.

Yang masih menjadi pertanyaan setiap warga adalah, silsilah keturunan serta keluarga dari Mama Mpuh yang sampai kini tak pernah diketahui. Hanya cerita sejarah yang terus mengalir dari tokoh masyarakat serta kasepuhan lah yang menjadi sisa peninggalan cerita perjalanan dalam mensyiarkan agama Islam.

Kuncen makam Mama Mpuh, Dede (40) mengungkapkan, dirinya beserta keluarga besarnya tak mengetahui secara pasti keberadaan bahkan silsilah keluarga dari Mama Mpuh. Ia hanya mendengarkan cerita perjuangan Mama Mpuh dari Abah Jaji (63) yang merupakan ayahnya.

“Kalau cerita perjalanannya dalam memperjuangkan syiar Islam di Cibeber itu kan dari turun-temurun orangtua saya terdahulu. Tapi kalau silsilah keluarga beliau kita tidak mengetahuinya,” ujarnya.

Bahkan, dirinya menjadi pengurus makam tersebut selain dari keinginan sendiri untuk memuliakan ulama, namun ada amanat dari gurunya di Banten. Bahwa di kampung ia tinggal terdapat salah satu makam seorang ulama besar.

Tak kenal lelah. Walau harus mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk lebih memantaskan pusaran terakhir sang ulama, dirinya rela untuk merawat makam tersebut yang berada di pemakaman keluarganya.

Meski waktu bergulir dan tak ada jejak keturunan. Mama Mpuh tetap akan terus dikenal dan tak hilang ditelan waktu. Dirinya berharap, keberadaan makam tersebut bisa menjadi salah satu wisata religi dan menjadi pembelajaran sejarah Islam.(**)