Derita Ela Lumpuh Sejak Lahir, Hanya Andalkan Mak Oom Usia 70 Tahun

MENDERITA: Ela yang lumpuh sejak lahir hanya mengandalkan neneknya, Mak Oom yang sudah renta. Ironisnya, kedunya belum tersentuh bantuan apapun.

RADARCIANJUR.com – Ela sepertinya tak memiliki banyak pilihan hidup. Di tengah himpitan kemiskinan, perempuan yang kini berusia 36 tahun itu menderita lumpuh sejak lahir. Lebih miris lagi, Ela hanya mengandalkan neneknya, Mak Oom yang kini sudah cukup renta yang hanya bisa bekerja serabutan sebagai buruh tani dengan pernghasilan yang pas-pasan.

Laporan: Jajang A Sugiarto, LELES

Di rumah panggung semi permanen berukuran tak terlalu besar itu, Ela dan neneknya yang berusia 70 tahun menjalani hidup penuh keterbatasan. Himpitan kemiskinan yang mereka derita selama ini, adalah penyebabnya.

Ironisnya, Ela dilahirkan dalam kondisi lumpuh. Praktis, warga kampung Ciseuleut RT 02/01,Desa Karyamukti, Kecamatan Leles, itu hanya bisa mengandalkan neneknya, Mak Oom dalam kesehariannya.

Bukan hanya untuk mengurusinya, Mak Oom juga menjadi satu-satunya orang yang diharapkan untuk menjaga asap dapur agar tetap bisa mengebul saban harinya. Sayangnya, usia Mak Oom yang sudah mulai renta, membuat kondisi keduanya makin memburuk. Penghasilan sebagai buruh tani serabutan, pun kian tak mencukupi.

Lebih ironis lagi, keluarga tersebut selama ini belum sekalipun tersentuh bantuan apapun dari pemerintah. Padahal, menilik pada kondisi kehidupan keduanya, sudah semestinya mereka menjadi keluarga prioritas yang pantas menerima bantuan sosial.

Menurut keterangan salah seorang warga, Heri (29) mengatakan, keseharian cukup menyayat hati. Setiap harinya, selain menjadi buruh serabutan, Mak Oom hanya menggantungkan hidup dari berjualan daun Kangkung dan daun Singkong.

“Kalau dulu Mak Oom masih sehat dan kuat, jadi paraji (dukun beranak) membantu orang yang melahirkan, jadi cukup membantu biyayanya. Sekarang Mak Oom sudah tua renta, sudah tidak ada yang bantu bantu biayanya,” katanya.

Kini yang tebersit dalam benak warga adalah, jika suatu hari nanti Mak Oom sakit atau bahkan tutup usia, bagaimana dengan nasib cucunya, Ela, yang selama ini mengandalkannya.

“Mudah-mudahan saja ada dermawan yang terketuk hatinya yang akan membantu Ela dan Mak Oom,” harapnya.

Hal sama disampaikan Tirta (35). Salah seorang tokoh pemuda penggerak masyarakat dalam bidang sosial ini mengaku cukup iba melihat kondisi keduanya. “Di usia yang sudah renta dan keadaan tidak sehat Mak Oom disibukan dengan harus mengurus cucunya yang kondisinya lumpuh kedua kakinya,” ucapnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar lebih peka terhadap warganya. Setidaknya, jika mereka mendapatkan bantuan, sedikit banyak bisa meringankan beban hodip keduanya.

“Kami bersama warga lainnya tentu berharap ada uluran tangan dermawan atau kepedulian dari pemerintah, baik daerah dan pusat,” katanya.

Selama ini, yang bisa dilakukan warga, dengan sedikit menyisihkan rezeki untuk dibagikan kepada keduanya. “Selain bantu makanan, ada juga yang bantu-bantu merawat cucunya di kala Mak Oom lagi engak enak badan dan meriang,” katanya.(**)