Dua Hari, Dua Kebakaran di Cianjur Utara

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Kebakaran lagi-lagi terjadi. Kali ini menghanguskan rumah milik Emuk (83), warga Kampung Salakawung, RT 02 RW 01, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Senin (29/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara, api disebabkan dari adanya konsleting arus listrik di rumah milik korban yang merembet ke ruangan lain hingga akhirnya api meluluh-lantakkan rumah beserta perabotan dan tiga unit sepeda motor milik tetangga dekat korban.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun total kerugian mencapai ditaksir Rp75.000.000. termasuk ketiga motor milik Deden (45) dan Useh (35). Keduanya merupakan tetangga dekat korban,” kata salah seorang warga setempat, Sandi, saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kejadian ini memang begitu cepat, karena selain di waktu siang, juga kondisi angin pada saat itu cukup kencang. Sehingga ketika api cukup besar, dengan cepat merembet.

“Untung saja tidak sampai merembet ke rumah warga lain. Karena bisa segera dipadamkan berkat bantuan warga dan juga pemadam kebakaran yang tiba beberapa menit setelah adanya laporan,” kata dia.

Camat Cugenang Selamet Riyadi mengakui, bencana kebakaran memang meningkat beberapa waktu ke belakang. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati menggunakan peralatan yang ada kaitannya dengan api dan listrik.

Terlebih, saat ini memasuki musim kemarau yang cukup kering sehingga sumber api sedikitpun bisa memicu kebakaran yang cukup besar dan berakibat fata.

Slamet menambahkan, untuk peralatan listrik, ada baiknya mamakai alat yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga penggunaan alat-alat tersebut tidak membahayakan lingkungan sekitar atau memicu kebakaran.

“Penyebab kebakaran sebetulnya bervariatif. Berdasarkan informasi awal, katanya itu berasal dari hubungan arus listrik dan sisa-sisa pembakaran (tungku). Nah itu bisa saja menjadi penyebab kebakaran, karena penyebab dari semua kejadian itu disebabkan hal-hal tersebut,” katanya.

Sementara, kebakaran juga melalap rumah singgah sampah, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Selasa (30/7) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Api diduga berasal dari salah seorang oknum pemilah rongsokan yang juga sambil menyalakan api. Beruntung tidak korban hanya kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta rupiah.

Berdasarkan informasi, pertama kali api diketahui salah seorang karyawan hotel yang kebetulan berdekatan dengan titik api ditemukan.

“Kalau menurut saksi mata pada waktu dini hari itu terlihat api di dekat penampungan sampah sementara, yang kemudian merembet ke arah belakang rumah singgah. Sehingga terus meluas ke mushola dan ruangan lainnya,” tutur Koordinator Rumah Singgah Sampah, Dede Ichsan saat ditemui di lokasi kejadian.

Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian materil berupa bangunan, arsip data kebersihan, alat-alat kebersihan seperti ban roda, kacok, dispenser air, televisi, dan barang-barang lainnya.

“Dulu pertama ngebangun sekitar tahun 2015-an, dan dananya mencapai puluhan juta swadaya tim rumah singgah. Tapi bagaimana lagi karena ini musibah, kami tidak berbuat apa-apa,” kata Dede.

Adapun operasional yang dilakukan sehari-hari, kata Dede, tidak terganggu. Bahkan tim rumah singgah pun masih melakukan aktivitas seperti biasa. Karena menurutnya, kalau tidak ada rumah singgah sampah sehari saja sampah di Cipanas akan terbengkalai.

“Bayangkan saja hampir dua ratus ribu jiwa di Cipanas dikelola sampahnya oleh kami. Kalau libur sehari, itu sampah mau diamankan kemana,” ujarnya.

(dan)