Melihat Makam Penyebar Agama Islam di Cibeber, Sering Terlihat Cahaya Warna Warni

MAKAM ULAMA: Tersembunyi dan tak banyak orang mengetahui penyebar agama Islam. FOTO:Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Banyak sekali cerita yang diungkap para peziarah makam Mama Syahri atau yang biasa dikenal Mama Mpuh yang merupakan ulama penyebar Islam di tanah Cibeber itu. Salah satunya adalah kerap berpendarnya cahaya warna-warni dari makam sang ulama. Justru, cahaya itu yang kerap membuat para perziarah semakin memupuk kekaguman dan dianggap sebagai karomah dan ilmu sang penyebar Islam.

Laporan: Abdul Aziz N Hakim, CIBEBER

BERKILAUAN. Cahaya tersebut terkadang sering muncul di area makam Mama Syahri. Kemunculan cahaya tersebut tak pernah membuat peziarah maupun pendatang merasa ketakutan. Akan tetapi, beberapa diantara pendatang tersebut merasa hal tersebut merupakan karomah dari utusan penyebar ajaran agama islam dari Kerajaan Mataram tersebut.

Bukan pula mengagungkan. Tetapi lebih percaya atas kekuasaan Allah SWT yang ditunjukan kepada ulama besar yang biasa dikenal oleh warga sekitar dengan panggilan Mama Mpuh.

Tidak hanya cahaya yang terkadang muncul. Bahkan salah satu peziarah pernah mendengar orang yang sedang mengaji di salah satu goa buatan yang posisinya berada di depan makam.

“Waktu itu ada yang datang ke saya sendirian bilangnya mau ziarah, tapi ingin menginapnya di dalam goa sekalian ingin menyendiri. Tapi tidak berselang lama, peziarah itu sudah pulang lagi dan bilang di goanya ada yang sedang ziarah disertai mengaji,” ujar Ketua RW 07, Cisalak Hilir, Mumu.

Padahal, saat itu sebelumnya ia ketahui tak ada yang datang untuk berziarah. Dirinya pun menjelaskan kepada tamu tersebut, serta tamu tersebut masih tidak percaya dan meyakini bahwa sangat jelas di dalam goa tersebut terang serta terdengar orang yang sedang mengaji.

Namun hal tersebut tidak dijadikan masalah. Cerita tersebut secara perlahan ramai di kalangan masyarakat tapi tidak membuat gempar. Sehingga menjadikan masyarakat menghormati dan menjaga makam Mama Mpuh.

Lanjutnya, dirinya yang terkadang sering membersihkan makam sama sekali tidak pernah melihat bahkan merasakan hal seperti para peziarah.

“Mungkin kalau saya sudah terbiasa disana (makam, red), kan kalau tamu pastinya baru pertama kali. Istilahanya ingin kenal, sehingga menyapa dengan menampakan diri maupun dengan cahaya-cahaya tersebut,” paparnya.

Dengan keberadaan makam tersebut dirinya beraharap, dari karomah Mama Mpuh bisa memberikan keberkahan serta menjadikan masyarakat Cisalak Hilir lebih yakin akan kebesaran Allah SWT.(**)