Sudah Ada 10 Nama Calonkan Menteri, Siapa Saja?

Presiden RI Joko Widodo

RADARCIANJUR.com – Partai politik sedang sibuk-sibuknya menyodorkan sejumlah nama yang dinilai kompeten untuk ditempatkan sebagai menteri di Kabinet Kerja jilid II Presiden Joko Widodo. Hingga kemarin, sedikitnya sudah ada sembilan nama calon menteri dari berbagai parpol yang dikantongi Jokowi.

Jokowi mengatakan, periodenya nanti akan berwarna dan diisi dengan tenaga-tenaga muda. Nama-nama calon itu semakin hari semakin banyak. “Ya, sudah masuk ya nama-nama calon itu. Banyak sehingga mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah,” ujarnya.

Sembilan nama yang disodorkan itu sebenarnya sudah menjadi punggawa di internal parpolnya masing-masing serta masih menduduki kursi menteri di jilid I. Dari sekian banyak parpol, Golkar dan PKB-lah yang paling banyak sudah menyodorkan kader-kader terbaiknya.

Yang pertama, ada nama Airlangga Hartarto. Golkar mengusulkan Airlangga Hartarto sebagai calon menteri. Saat ini Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Jokowi. Dia juga pernah menjadi anggota DPR 2004-2009, Komisi VII DPR RI membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek.

Airlangga terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN. Airlangga satu-satu menteri Jokowi yang rangkap jabatan sebagai ketua umum partai politik. Saat ini Airlangga tercatat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Kedua, Agus Gumiwang Kartasasmita. Golkar kembali menyodorkan nama Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai calon menteri. Sejak 24 Agustus, Agus menjabat sebagai Menteri Sosial, menggantikan Idrus Marham. Sebelumnya Agus pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Ketiga ada nama Ida Fauziyah. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku telah mengusulkan 10 nama kader terbaik PKB kepada Jokowi untuk dijadikan menteri. Salah satu kader terbaik mereka yang disodorkan ke Jokowi, yakni Ketua DPP PKB Ida Fauziyah.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan jika Ida Fauziyah memiliki peluang menjadi menteri Jokowi karena memiliki pengalaman di banyak bidang. “Ida sangat punya peluang,” ungkap Cak Imin, pada 13 Mei 2019 lalu.

Dalam dunia politik, pengalaman Ida Fauziyah tidak perlu diragukan lagi. Ida tercatat menjadi anggota DPR RI periode 1999—2004, 2004—2009 dan 2009—2014 dari PKB.

Kemudian pada 2018, PKB mengusung Ida Fauziyah untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sebagai Cawagub mendampingi Sudirman Said. Namun, Sudirman-Ida harus kalah dari calon petahana Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen.

Keempat, Hanif Dhakiri. Kemudian PKB mengusulkan nama Hanif Dhakiri ke Jokowi untuk menjadi menteri periode kedua. Saat ini Hanif dipercaya menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Karier politiknya, Hanif pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah. Hanif juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PKB untuk periode 2005-2010.

Yang kelima Maman Imanulhaq. Nama selanjutnya yang disodorkan PKB untuk calon menteri Jokowi adalah Maman Imanulhaq. Maman menjadi anggota DPR periode 2014-2019 Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Dalam koalisi Jokowi, Maman Imanulhaq menjabat sebagai Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin.

Selain sudah menyodorkan nama-nama menteri, PKB mengincar beberapa kursi untuk para kadernya. Seperti Kementerian Agama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Keenam Suharso Monoarfa. PPP juga telah menyiapkan nama-nama yang akan diajukan ke Jokowi sebagai calon menteri. Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, Jokowi telah meminta nama calon menteri dari partai berlambang Kakbah itu. Baidowi mengakui salah satu nama yang kuat sebagai calon menteri adalah Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Pada 19 Januari 2015, Suharso dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Suharso juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014 dari PPP.

Di posisi ketujuh, Arsul Sani. PPP juga menyodorkan nama Arsul Sani sebagai calon menteri Jokowi. Saat ini Arsul Sani menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019.

Arsul bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan. Dua juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR. Dalam kepengurusan partai, Arsul Sani menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP sejak 20 Mei 2016 sampai saat ini.

Kedelapan ada Happy Bone Zulkarnaen. Selain nama sang ketua umum, Airlangga Hartarto, kader Partai Golkar lainnya yang diusulkan menjadi calon menteri Jokowi, yakni Happy Bone Zulkarnaen.

Dia diketahui pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 fraksi Golkar, asal Daerah Pemilihan Jawa Barat 1. Dia juga anggota Dewan Pakar ICMI periode 2005-2010.

Sembilan Zainudin Amali. Kembali Golkar mengusulkan satu nama, yaitu Zainudin Amali. Saat ini Zainudin menjadi ketua komisi II DPR RI 2014-2019.

Mengetahui namanya masuk dalam bursa calon menteri, Zainudin Amali mengaku siap ditugaskan dimanapun. Baik di MPR maupun menjadi menteri Jokowi. Terlebih, dia percaya diri dengan pengalaman yang sudah dijalani selama ini di parlemen. “Sebagai kader partai ditugaskan di manapun saya kira harus kita lakukan. Ya harus kita lakukan tugas pengabdian itu, di manapun,” kata Zainudin.

Golkar juga mengusulkan Dito Ganinduto masuk dalam kandidat menteri Jokowi. Dito menjadi anggota DPR RI dari partai Golkar 2 periode yaitu 2004-2009 dan 2009-2014. Dito Ganinduto ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang berkewajiban dalam mengurusi Teknologi, Lingkungan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Selain menjadi politikus, Dito juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Dito aktif sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin mengatakan, secara proposional dari koalisi tentunya sangat mendukung. Di samping hak prerogatif presiden, harus ada sumbangsih tenaga dan pikiran dari partai-partai koalisi.
“Tentunya perlu ada bagian untuk partai-partai koalisi selain dari hak prerogatif presiden,” ujarnya.

Pasalnya, pemenangan Jokowi yang menjabat dua periode tak lepas dari jerih payah partai-partai koalisi yang mendukung. Sehingga ada tempat yang memang diberikan untuk partai-partai tersebut.

Dirinya pun mendukung penuh terhadap partai berlambang pohon beringin ini dalam memberikan rekomendasi kandidat-kandidat untuk mengisi kabinet kerja jilid dua. Pasalnya, mekanisme melakukan mekanisme perundingan di internal partai. “Saya sangat setuju, rekomendasi itu kan bisa menjadi pilihan alternatif. Partai sudah melakukan mekanisme perundingan di internal, jadi apa salahnya untuk menjadi pilihan alternatif nantinya,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli sangat mendukung atas langkah partai untuk memberikan refrensi sebanyak mungkin dalam mengisi kabinet kerja jilid dua tersebut.

Baginya, presiden harus bisa memperlakukan partai pengusung secara proposional dalam membentuk kabinet kerja di pemerintahan periode kedua ini.

Sehingga ada ruang khusus untuk diisi partai-partai pengusung bagi para anggotanya dalam menjabat di kabinet kerja. “Presiden harus memperlakukan partai pengusung secara proposional dalam membentukan kabinet kerja, ya kalau sebanyak-banyaknya bagus, jadi banyak pilihan,” jelasnya.

Ia pun bangga sebagai kader melihat pimpinan pusat partai yang memiliki kualitas bisa masuk ke dalam bursa kabinet kerja Presiden Jokowi. Sehingga menindikasi kinerja partai bisa dipertimbangkan. “Tentu sangat bangga sebagai kader serta pengurus partai yang berada di wilayah melihat pimpinan partai masuk ke dalam bursa kabinet kerja. Apalagi sudah duduk menjabat, berarti pimpinan partai dipercaya,” ungkapnya.

1. Airlangga Hartarto, Golkar
Menteri Perindustrian
2. Agus Gumiwang Kartasasmita, Golkar
Menteri Sosial
3. Happy Bone Zulkarnaen, Golkar
Anggota DPR RI periode 2004-2009
4. Zainudin Amali, Golkar
Ketua komisi II DPR RI
5. Dito Ganinduto, Golkar
Politikus dan Pengusaha
6. Ida Fauziyah, PKB
Mantan Anggota DPR RI
7. Hanif Dhakiri, PKB
Menteri Ketenagakerjaan
8. Maman Imanulhaq, PKB
Anggota DPR RI
9. Suharso Monoarfa, PPP
Mantan Menteri Perumahan Rakyat
10. Arsul Sani, PPP
Anggota DPR RI

(kim)