Pembunuh Alumi IPB Sudah Diketahui Polisi

Foto Amelia Ulfah Supandi semasa hidup. Facebook

RADARCIANJUR.com – Kepolisian tak tinggal diam menyelidiki kasus pembunuhan alumni D3 IPB Bogor, Amelia Ulfah Supandi (22). Penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Sukabumi Kota pun sudah mengerucut. Kini, pihak polisi sudah mengetahui gambaran pelaku yang menghabisi nyawa warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur itu.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Rizaldi Satria mengungkapkan, gambaran siapa pelaku sudah diketahui. Kendati demikian, pihaknya tidak akan sembarang menuduh sebelum ada bukti yang kuat. “Masih ranah penyelidikan. Poinnya, korban kita duga mengenal pelakunya,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (1/8).

Selain itu, Rizaldi memastikan pihaknya sampai saat ini terus melakukan pengejaran dan pengembangan. Sejumlah fakta dan bukti-bukti pun sudah dikumpulkan. “Kita berkeyakinan kasus ini akan segera terungkap,” tambahnya.

Sekedar diketahui, pasca Amelia ditemukan tewas di Kampung Bungbulang Salaeurih, RT03/RW05, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin pagi (22/7) lalu, polisi langsung menerjunkan tim buser dan tim khusus untuk mengejar pelaku. Di hari yang sama, salah seorang warga menemukan barang pribadi milik Amelia yang tergeletak di selokan kering tepatnya di pinggiran Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung Pasir Tulang, RT 4/9, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur yang kemudian diserahkan kepada polisi.

Kendati kepolisian sudah mengantongi beberapa barang bukti, namun belum satu pun bukti yang langsung mengarah terhadap pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran. Tas milik Amel ini, ditemukan warga bernama Nanah Nurhasanah (39) di selokan.

Awalnya, Nananh tak menyangka bahwa tas yang ia temukan itu merupakan korban pembunuhan. Namun, ia baru tersadar ketika pada Rabu (24/7) melihat berita dari televisi. “Saya kira tas ini milik pengendara yang terjatuh. Saya temukan juga satu kotak sepatu. Di dalamnya ada sepatu high heel warna hitam tapi cuma satu, tidak sepasang,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Saat menemukan, lanjutnya, tas masih tergeletak rapi di selokan pinggiran Jalan Raya Gekbrong itu adalah sampah. Pada Senin pekan lalu itu, Nanah pun berinisiatif menyimpan tas itu di rumahnya. Solihin (60), tetangga Nanah mengatakan, posisi kediamannya berada tepat di pinggir jalan. Pada malam kejadian, dirinya tidak mengetahui ada orang yang berhenti atau bahkan membuang barang tersebut di depan rumahnya. “Tidak tau sama sekali, kayaknya dilakukannya malam banget pas lagi nyenyak tidur. Bahkan gak tau ada orang yang berhenti di depan rumah,” paparnya.

(upi/radarsukabumi/kim)