Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Dana BOS

ANTUSIAS: 402 peserta melingkupi Kepala sekolah, Bendahara dan Operator sekolah di Kecamatan Mande, Cikalongkulon dan Sukaluyu tengah mengikuti pembinaan dana BOS.

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 402 peserta melingkupi Kepala sekolah, Bendahara dan Operator sekolah yang ada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mande, Cikalongkulon dan Sukaluyu. Mengikuti acara pembinaan Pengelolaan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2019.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam penggunaan sistem ‘asesment’ terbaru sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor tiga Tahun 2019, yang dilaksanakan di Gedung Guru Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Mande, Cianjur.

Pemateri pada kegiatan tersebut langsung dipaparkan oleh Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Ia Mugiana. Serta dihadiri Plt Kepala Dinas, ketua Pc PGRI, ketua Korwil Kecamatan Mande, Cikalongkulon dan Sukaluyu.

Ketua Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Sukaluyu, Usman Bahtiar memaparkan, pada pembinaan ini meliputi pembahasan terkait penggunaan dana BOS yang diselenggarakan PC PGRI Kecamatan Mande dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk membahas teknis dan petunjuk pelaksanaan dana BOS kepada seluruh kepala sekolah, bendahara dan operator sekolah.

“Jumlah peserta yang hadir meliputi perwakilan dari 134 sekolah dasar, dengan total 402 peserta termasuk Kepala sekolah, bendahara dan operator. kegiatan ini terlaksana guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman teknis terkait penggunaan dana BOS,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Korwilcam Mande, Dading Z Ibrahim mengatakan, beberapa pembahasan kegiatan ini di antaranya terkait sistem informasi gengadaan sekolah, sosialisasi pengelolaan, pembinaan, dan pelaporan dana BOS, yang dimulai sejak pagi Pukul 7.30 WIB.

“Mudah-mudahan dengan terselenggaranya pembinaan ini dapat terjalinnya silaturahmi, serta saling mengisi dan menyamakan persepsi di bidang pendidikan dan operasional sesuai juklak juknis BOS,” pungkasnya.

(hry)