Mendikbud Usul Tambah 180 Ribu Guru

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan penambahan 180 ribu guru dalam pengadaan aparatur sipil negara (ASN) 2019 terdiri dari 110 ribu untuk honorer, 42 ribu pengganti pensiun guru PNS, dan 28 ribu untuk ditempatkan di sekolah-sekolah baru.

Namun, angka 180 ribu ini, menurut Muhadjir, baru sebatas usulan dan belum ditetapkan kuotanya oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Dia berharap KemenPAN-RB bisa mengalokasikan lebih banyak formasi untuk guru mengingat kebutuhan guru saat ini mencapai 707 ribu lebih.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kuota guru yang diberikan untuk Kemendikbud. Kalau usulan kami sih 110 ribu guru honorer, 42 ribu mengganti guru pensiun, 28 ribu untuk penambahan sekolah baru,” kata Menteri Muhadjir usai menutup PKN tingkat II (Diklat PIM II) bersama Kepala LAN dan Pimpinan Bappenas di Pusdiklat Kemendikbud Bojongsari, Depok, Jumat (2/8).

Dia menyebutkan, usulan 180 ribu ini tersebar di CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Bagi honorer yang yang memenuhi syarat, dipersilakan ikut tes CPNS. Sedangkan yang usianya di atas 35 tahun terutama honorer K2 silakan daftar PPPK. “Silakan bagi guru honorer yang mau jadi CPNS maupun PPPK ayo daftar. Yang masih memungkinkan usianya (di bawah 35 tahun), silakan daftar CPNS. Yang usianya di atas 35 tahun terutama honorer K2, ke PPPK,” imbaunya.

Menurut Menteri Muhadjir, ada tiga skema yang akan ditempuh dalam penambahan ASN guru dengan sistem zonasi. Pertama, menuntaskan guru honorer. Kedua, mengganti guru pensiun. Ketiga, mengangkat guru karena disebabkan penambahahan jumlah sekolah.

“Jadi dalam pengadaan guru ASN hanya untuk menuntaskan guru honorer, guru yang pensiun, dan angkat guru baru untuk sekolah baru,” jelasnya.

(esy/jpnn)