Pelaku Pembunuhan Alumni IPB Ditangkap, Ini Kata Orang Tua Amelia

Ibunda Amelia, Imas Masriah (40). Foto : Hakim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Empat orang terduga pelaku pembunuhan Amelia Ulfah Supandi (22) sudah diamankan petugas Polres Sukabumi Kota kemarin. Meski sudah melihat sejumlah foto pelaku, namun pihak keluarga Amel mengaku tidak mengenal para pelaku.

Segenap keluarga tengah berkumpul di rumah saat Radar Cianjur mendatangi kediaman almarhumah Amel di Jalan Prof Moch Yamin Gang Mulus Tornado RT2/RW9 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Saat itu, sang ayah Enang Supandi (52) berada di dalam kamar, sementara sang istri, Imas Masriah (40) sedang melakukan aktivitas pengajian setiap sore.

Seluruh keluarga menyambut hangat dengan senyuman. Terlihat wajah anggota keluarga sudah tidak kembali murung ketika mendengar kabar pelaku pembunuh anak semata wayangnya tertangkap.

Saat diperlihatkan foto pelaku yang sudah ditangkap, kedua orang tua Amel sama sekali tidak mengenal dengan pelaku. Bahkan keluarga besar serta tetangga pun turut mengatakan hal yang sama. “Kita tidak mengenal sama sekali pelaku,” ujar Enang diamini Imas.

Tak ada air mata dan kesedihan. Seluruh keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergian alumni D3 IPB dan bersyukur pelaku sudah tertangkap.

Kedua orang tua almarhumah mengatakan, pihak keluarga belum mendapatkan informasi dari kepolisian terkait penangkapan tersebut. “Semua keluarga belum mengetahui informasi mengetahui mengenai penangkapan itu. Kita semua tau dari media dan juga akang,” ungkap Enang.

Keluarga pun sangat bersyukur jika memang para tersangka pembunuh salah satu anggota keluarganya tertangkap dan turut bersykur.

“Saya turut mengapresiasi kinerja kepolisian yang sudah bekerja keras mengungkap kejadian ini, tentunya dari tanggungjawab secara moral serta kedinasan,” jelasnya.

Ada rasa lega dalam diri Enang. Meski masih merasakan kesedihan, dirinya mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Mencoba tegar dan perlahan-lahan mulai menerima.

Hal tersebut pun terlihat dari ibunda Amel. Tetap tersenyum meski sakit menyayat hati atas kepergian anak pertama yang menjadi kebanggaan keluarga. “Sudah ikhlas atas apa yang sudah terjadi, mungkin sudah jalannya seperti ini. Kalau pun terus bersedih, semua takkan merubah keadaan dan mengembalikan Amel serta kita berdoa saja agar Amel tenang disana,” ungkapnya.

Ia pun berharap, pelaku bisa mendapatkan hidayah serta diberikan kesempatan untuk bertaubat atas perbuatan yang sudah dilakukan. Bahkan, ia berdoa untuk pelaku agar dibukakan hati serta dikembalikan ke jalan yang benar. (kim)