APBD-P 2019 Kabupaten Cianjur Rp4 Triliun

RADARCIANJUR.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur gelar Sidang Paripurna. Dimana pada sidang yang dilaksanakan pada hari Jumat (2/8) malam pukul 19.30 WIB itu, dengan agenda Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2019.

Selain itu, pada paripurna yang dihadiri Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, Ketua dan jajaran anggota DPRD Cianjur serta tamu undangan yang hadir tersebut, juga agenda pendapat akhir fraksi-fraksi, dan penetapan persetujuan bersama DPRD dan Bupati Cianjur mengenai Raperda perubahan APBD 2019.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, bahwa pada prinsipnya perubahan itu mencantumkan realisasi, dan Alhamdulillah di DPRD periode sekarang sudah selesai, dan untuk yang murni tinggal sedikit lagi.

Untuk pembangunan-pembangunan yang dimurni ada pembangunan yang belum selesai, tentunya akan digeser pada alokasi di perubahan. Pembangunan yang belum selesai tersebut di antaranya seperti pembangunan kantor Kecamatan Cianjur karena tanahnya belum siap sehingga dipending, yang intinya apabila bangunan tersebut tidak bisa terselesaikan maka di pending untuk dilaksanakn tahun depan.

“Saya atas nama Pemerintah kabupaten Cianjur, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada anggota dewan yang telah beres dan mudah-mudahan kerja selama ini dengan pemerintah daerah Insya Allah menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Selain itu, kami berharap pada anggota DPRD yang baru, untuk meningkatkan pembangunan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, serta adanya sinergitas antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi memaparkan tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 setelah perubahan. pendapatan daerah senilai Rp4,045 triliun, dimana untuk pendapatan asli daerah Rp653,495 miliar, dana perimbangan Rp2,294 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp1,97 triliun.

Dan untuk belanja daerah Rp4,248 triliun, untuk belanja tidak langsung Rp2,265 triliun, sedangkan untuk belanja langsung Rp1,983 triliun, defisit Rp202,745 miliar.

Selain itu, untuk pembiayaan daerah untuk penerimaan pembiayaan Rp209,495 miliar, dan untuk pengeluaran pembiayaan Rp6,750 miliar, sedangkan pembiayaan netto Rp202, 745 miliar.

“Dari rincian tersebut maka komposisi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah pada rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 menjadi berimbang,” ujarnya.

(ndk)