Sadis! Alumni IPB Cantik Itu Dirampok, Diperkosa dan Dicekik, Ini Pengakuan Pelaku

Pelaku pembunuhan Amelia Ulfah Supandi. Foto: Radar Sukabumi

RADARCIANJUR.com – Kasus kematian Amelia Ulfah Supandi (22), alumni D3 IPB yang berasal dari Cianjur yang ditemukan jenazahna di Jalan Sarasa, Kecamatan Cibeureum akhirnya terungkap.

Polisi menetapkan, RH (25) pria yang berprofesi sebagai supir angkutan umum jurusan Bogor-Cianjur sebagai tersangka pembunuhan Amelia.

Kepada polisi, RH menceritakan kronologis aksi bejat tersebut. Awalnya, Amelia menumpang kendaraan yang dibawa Arah dari Ciawi, Kabupaten Bogor untuk tujuan pulang ke Cianjur pada Minggu (21/7) lalu.

BACA JUGA : Bejat! Baca Koran Radar Cianjur, Pelaku Pembunuhan Alumni IPB Sempat Komentari Aksinya

Selama perjalanan dari Bogor menuju Cianjur, awalnya tidak terjadi peristiwa apapun. Bahkan, awalnya dalam kendaraan yang ditumpangi Amelia terdapat penumpang lainya. sesampainya di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Amelia tinggal sendirian dibangku depan.

Tepatnya sekitar pukul 21:00 WIB, Minggu malam (21/7) di dekat Toserba Yogya Cianjur, mulai muncul niatan pelaku untuk mengambil beberpaa barang berharga berusia telepon genggam. Karena Amelia berontak, akhirnya pelaku membekam mulut Amelia hingga tidak sadarkan diri.

Tas dan beberapa barang milik korban dibuang di wilayah Gekbrong, Cianjur. Kemudian, pelaku memutar arah mobilnya ke arah Sukabumi. Niatan jahat pelaku, rupanya tidak selesai sampai mengambil barang-barang milik Amelia, selanjutnya sekitar pukul 22:30 WIB, Minggu malam, RH melakukan tindakan asusila didalam mobil tepatnya di Jalan Baru Sukaraja, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja

Setelah Amelia mulai tersadar, pelaku langsung mencekiknya hingga Amelia menghembuskan nafas terakhirnya dan jenazah dibuang sekitar pukul 23:00 WIB, Minggu malam (21/7).

BACA JUGA: Kronologis Penangkapan Pembunuh Alumni IPB di Cianjur

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut sebelum melakukan rekontruksi untuk memastikan alur sebenarnya kejadian tersebut.

“Korban dan tersangka tidak saling mengenal, korban sebatas penumpang dan pelaku merupakan sopir. Selanjutnya, kami akan melakukan rekontruksi,” pungkasnya.

(upi/rs)