Alhamdulillah… PLN Pastikan Seluruh Sistem Kelistrikan Sudah Stabil

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) memastikan telah berhasil memperbaiki kembali seluruh sistem kelistrikan yang sempat putus pada Minggu (4/8) lalu. Tercatat hingga Selasa (6/8), perusahaan setrum plat merah tersebut telah menghidupkan pembangkit sebesar 12.378 Megawatt (MW) dan 23 Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET).

Pemulihan beban pada wilayah DKI Jakarta telah pulih sejak pukul 17.50 WIB pada Senin (5/8) kemarin. Sedangkan untuk wilayah Banten dan Jawa Barat telah rampung pada pukul 23.27 WIB. Dengan begitu, seluruh wilayah yang tadinya masih terdampak pemadaman bergilir telah selesai.

Adapun rincian pembangkit yang telah berfungsi sejak pagi ini adalah PLTU Suralaya sebanyak 7 unit, Pembangkit cilegon 1 unit, Pembangkit Muara Karang blok 1 dan 2, PLTU Muarakarang 2 unit, Pembangkit Priok blok 1 sd 4 dan PLTU Lontar 3 unit.

Selain itu, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, PLTU Labuan 1 unit, PLTU Lestari Banten Energi, PLTP di Jawa Barat, Pembangkit Muaratwar blok 1 sampai dengan 5, PLTU Cirebon Electric Power dan PLTU Indramayu 2 unit juga telah berfungsi normal. Rencananya, PLTU Pelabuhan Ratu 1, PLTU Pelabuhan Ratu 3 dan PLTU Suralaya 1 akan menyusul pada malam ini.

Dengan aktifnya seluruh pembangkit itu, beban puncak listrik pada hari ini, di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat juga telah mencapai 13.674 MW dengan daya mampu total 15.378 MW. Semua jaringan 500 kV dan 150 kV sudah kembali normal.

“Alhamdulillah seluruh sistem sudah normal, dan kami akan terus menjaga kestabilan sistem ini,” kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (6/8).

Sementara itu, PLN juga memastikan akan menebar kompensasi untuk pelanggan yang terkena pemadaman kemarin. Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment.

Kompensasi sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif Non Adjustment (yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik). Pemberian kompensasi akan diberlakukan pada rekening bulan berikutnya.

Khusus untuk pelanggan prabayar, kompensasi disetarakan dengan pengurangan tagihan pada golongan Tariff Adjustment . Kompensasi ini akan diberikan saat pelanggan membeli token berikutnya. Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

“Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” tandas Sripeni.

(jwp)