Anggota DPRD Cianjur Baru, 23 Wajah Baru, 27 Wajah Lama

Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Cianjur periode 2019-2024 resmi dilantik kemarin (5/8) di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Foto : Umar/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Cianjur periode 2019-2024 resmi dilantik kemarin (5/8) di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Pertanda pertarungan politik mulai on lagi.

Dari 50 anggota tersebut, terdapat 23 wajah baru para wakil rakyat Kabupaten Cianjur. Sementara yang kembali duduk teradapat 27 orang.

Sebelum menuju Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, pada pukul 07.00 WIB. Anggota dewan yang akan dilantik menuju Kantor KPUD Cianjur terlebih dahulu yakni melaksanakan serah terima.

Tak hanya tamu undangan dan awak media saja yang datang menghadiri acara pelantikan tersebut. Beberapa keluarga dari anggota DPRD Kabupaten Cianjur turut ikut hadir untuk melihat jalannya pelantikan.

Namun, di balik pelantikan tersebut. Nampaknya 23 anggota dewan yang baru harus bisa menyesuaikan diri dengan kinerja sebagai wakil rakyat yang mengurus mengenai budgeting, pengawasan dan legislasi.

Pelantikan itu juga dihadiri plt Bupati Herman Suherman. Dia nampak akrab dengan para politisi dan para ketua parpol yang kemarin ikut menghadiri pelantikan itu.

Herman bahkan dikeliling para ketua parpol, berbincang dan berfoto bersama usai pelantikan.

Dalam sambutanya, Herman mengucapkan selamat atas dilantiknya wakil rakyat tersebut. Dia berharap anggota legislatif terpilih bersinergis dengan eksekutif dalam memajukan Cianjur.

“Semoga para wakil rakyat dapat mengunakan anggaran untuk kepentingan bersama dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” ucapnya, berharap.

Sementar itu, pimpinan dewan sementara, Andri Suryadinata mengatakan, setelah pelantikan ini secepatnya segera dibentuk pimpinan definitif untuk memimpin anggota dewan yang baru.

“Tentu secepatnya kita akan membentuk pimpinan dewan yang baru,” ujarnya.

Untuk waktu pembentukan sendiri, dirinya belum bisa memastikan kapan akan menetukan pimpinan definitif. Pasalnya, hal tersebut harus melalui mekanisme partai serta setelah terbentuknya tata tertib DPRD Kabupaten Cianjur.

Sekretaris DPRD Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto mengatakan, selain anggota yang kembali terpilih dan yang baru, anggota DPRD yang lama atau yang sudah habis masa jabatannya pun diundang pada pelantikan hari ini.

“Kita siapkan tenda dan kursi bagi tamu undangan yang hadir pada acara ini,” ujarnya.

Selain DPRD Cianjur, pelantikan hari ini berbarengan dengan pelantikan anggota DPRD di Kabupaten yang lainnya yang ada di Jawa Barat, di antaranya Kabupaten Banjar, Pangandaran dan Tasikmalaya.

Sementara itu, pengamat Hukum Tata Negara Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Dedi Mulyadi menuturkan, transisi anggota dewan harus bisa dilaksanakan sesegera mungkin dan secepatnya. Pasalnya, para wakil rakyat itu sudah ditunggu setumpuk permasalahan yang ada di Kabupaten Cianjur.

Permasalah itu sendiri mau tidak mau memang harus dituntaskan secepat mungkin. Hal itu masih ditambah dengan pekerjaan rumah peninggalan tugas dewan periode sebelumnya.

“Memang tugas anggota dewan itu ada tiga yakti budgeting, controling dan leglislasi,” terangnya.

Kendati demikian, Dedi menegaskan, tiga tugas utama kedewanan itu sejatinya tak cukup mudah. Terlebih bagi mereka yang baru periode ini menjabat sebagai wakil rakyat. Mereka pun dituntut untuk bisa secepatnya menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat.

Akan menjadi lebih ironis lagi, jika para anggota dewan yang baru itu tak memahami betul tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat. Kondisi tersebut, diyakininya bakal menghambat kinerja DPRD Kabupaten Cianjur.

“Meski hanya tiga, namun prosesnya tidak mudah bagi (anggota dewan) yang baru. Harus bisa adaptasi dan menyesuaikan diri dengan cepat serta harusnya dari awal pun sudah tahu mengenai tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat,” paparnya.

Meski diakuinya anggota dewan membutuhkan waktu selama masa transisi, akan tetapi, ia menegaskan agar para wakil rakyat itu tak membutuhkan waktu terlalu lama agar bisa ‘klop’ dan langsung bisa mengikuti pola dan kinerja kedewanan yang sebaimana mestinya.

Menurutnya, masa transisi dan penyesuaian anggota dewan baru itu paling lama setidaknya hanya selama 100 hari ke depan. Itupun dinilainya sudah terlalu panjang.

“Kalau sudah 100 hari harus sudah siap dengan segala tuntutan (kerja dan tanggungjawab). Karena berbagai permasalahan di Cianjur ini harus bisa dikerjakan sesegera mungkin,” ungkapnya.

(ndk/kim)