IRM Siapkan Nota Pembelaan, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya

SIDANG: Bupati non aktif Cianjur Irvan Rivano Muchtar saat menjalani sidang lanjutan kasus pemerasan pemotongan DAK SMP di Kabupaten Cianjur dalam agenda sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/6). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARCIANJUR.com – Bupati Cianjur Non Aktif Irvan Rivano Muchtar, kini sedang menyiapkan pledoi atau nota keberatan dan pembelaan, menanggapi tuntutan JPU KPK delapan tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Tim kuasa hukum Bupati Non aktif Irvan Rivano Muchtar, Alfies Sihombing mengatakan, akan segera mengajukan pledoi, serta menanggapi apa yang diajukan oleh JPU dalam Tuntutannaya. “Tuntutann itu jelas berat dibanding dengan Cecep Sobandi dan yang lainnya. Kami akan membuat pledoi untuk menanggapi tuntutan JPU,” ujarnya saat dihubungi Radar Cianjur melalui pesan singkat.

BACA JUGA : Dituntun 8 Tahun Penjara, Ini Kata Bupati Cianjur Nonaktif IRM

Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano dituntut delapan tahun penjara, dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Tuntutan itu dibacakan Jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di ruang sidang tipikor PN Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (5/8),

Irvan dinilai bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi DAK Kabupaten Cianjur dengan kerugian negara sebesar Rp6,9 miliar. JPU KPK menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi DAK pada tahun anggaran 2018, dengan cara memotong dana tersebut sebesar 7 persen dari 137 SMP di Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Bupati Cianjur Nonaktif Dituntut 8 Tahun Penjara

“Menuntut majelis hakim Pengadilan Bandung untuk menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara, denda Rp500 juta dan subsider enam bulan kurungan,” kata Jaksa KPK Ali Fikri.

(dep/*)