Sulit Antarkan Jenazah ke Pemakaman, Warga Ciharashas Bangun Jembatan Sendiri

BANGUN JAMBATAN: Puluhan warga ciangsana sedang bergotong-royong membangun jembatan.

RADARCIANJUR.com – Jalan akses memang tak bisa dipungkiri menjadi salah satu hal yang memang harus tersedia untuk mendukung aktivitas keseharian. Tapi apa jadinya jika jalan akses ke areal pemakaman terpisah sungai, tapi tanpa adanya jembatan. Hal itulah yang dirasakan warga Kampung Ciangsana, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku. Karena itu, atas kesepakatan bersama, dibangunlah jembatan yang menjadi akses penyambung antara permukiman dengan areal pemakaman.

Laporan: Ardiansyah, CIBEBER

Warga Ciangsana, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, berinisiatif dan secara swadaya membangun jembatan yang menghubungkan permukiman dengan area pemakaman setempat. Pasalnya, jembatan itu sangat dibutuhkan warga untuk mengantarkan jenazah yang hendak dikebumikan.

Selama ini, warga kerap kesulitan jika hendak memakamkan warga yang meninggal. Sebab, warga harus menyeberani sungai yang menjadi pemisah antara permukiman dengan area pemakaman.

Sebelumnya, warga harus mengambil jalan memutar dan cukup jauh sehingga memakan waktu tempuh lebih lama. Karena itu, atas kesepatakan warga, dibangun jembatan penghubung sepanjang sembilan meter.

“Pembangunan jembatan ini dilakukan atas dasar inisiatif warga sendiri. Setelah berunding bersama para tokoh, hari Kamis (1/8) langsung mulai bekerja,” kata ketua panitia, Udin Jamaludin (49), kemarin.

Udin menyatakan, pembangunan swadaya bukan saja pengerjaan pembuatan jembatan saja yang dilakukan oleh warga, tapi juga terkait pembiayaan. Sebab, warga selama ini sudah mengajukan permohonan anggaran kepada pemerintah desa setempat. Akan tetapi, pemdes setempat memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

“Bukan saja swadaya tenaga, tapi juga iuran untuk membeli kebutuhan material seperti semen, besi, papan, pasir, batu dan lain sebagainya,” tuturnya.

Udin menjelaskan, keputusan pembangunan jembatan itu juga sudah menjadi kesepakatan antarwarga. Sebab, saat musim hujan, warga tidak bisa melintasi sungai. “Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya dibuat jembatan ini,” jelasnya.

Karena memang dibangun secara swadaya, terang Udin, maka proses pembangunan juga dilakukan secara bertahap. Alasannya, dana yang terkumpul secara swadaya juga tidak cukup untuk membeli semua bahan material yang dibutuhkan.

“Untuk saat ini difokuskan pada pembuatan tiga tiang jembatan dulu dengan pengecoran. Harapannya nanti jika dana terkumpul kembali akan dilanjutkan pembangunanannya,” terangnya.

Terpisah, Sekertaris Desa Ciharashas Ridwan mengaku pihaknya sangat mendukung adanya inisiatif warga dengan bergotong royong membangun jembatan tersebut.

“Tentu saja kami mendukungnya, karena tujuannya baik,” katanya.

Ridwan menjelaskan, pihaknya, sesuai kesepakatan dengan warga, saat ini fokus pada pembangunan dan pembenahan infrastruktur di desa tersebut. Karena itu, anggaran yang dimiliki juga cukup terbatas.(**)