Pemdes Ciherang Kebut Pembangunan Infrastruktur

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Seiring pencairan Dana Desa (DD) tahap II tahun 2019, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciherang, Kecamatan Pacet, menggeber pembangunan infrastruktur. Diantaranya yakni membangun tiga titik jalan desa dengan sistem betonisasi dan pengaspalan guna meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian warga.

Dari informasi yang diperoleh Radar Cianjur menyebutkan, pengaspalan dan betonisasi tersebut dilakukan di tiga titik jalan desa yakni, berada di jalan samping desa, depan BUMDes, Kampung Panyaweuyan, dan Kampung Baros, dengan total anggaran sebesar Rp332 juta.

“Untuk pengaspalan di titik sekitar kantor desa telah selesai seratus persen. Namun untuk pengecoran di Kampung Panyaweuyan, sedang tahap finishing,” kata Kepala Desa Ciherang, Acep Haryadi, ditemui di kantor desa.

Menurut Acep, Pemdes akan terus berupaya melaksanakan pembangunan di wilayahnya sesuai pagu dan peraturan. Adapun pengecoran di Kampung Panyaweuyan, terletak di RT 02 RW 01, dengan volume keseluruhan 600 meter dan tinggi 0,10 centimeter.

“Jadi untuk anggaran pengaspalan Rp 91juta, kemudian untuk betonisasi Rp115 juta, dan TPT di Kampung Baros RW 03 RT 10 dengan panjang 150 meter dan tinggi satu meter, sebesar Rp89 juta,” jelasnya.

Lanjut Acep, proses pembangunan tiga titik jalan tersebut menjadi skala prioritas pada pencairan DD tahap dua 2019 berdasarkan tahapan prosedur yang benar.

“Sebelum kami memutuskan untuk membangun tiga titik jalan ini, tentunya ada aturan yang harus kami tempuh terlebih dahulu seperti menggelar sosialisasi, musyawarah dari tingkat kedusunan hingga di tingkat desa,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan pembangunan juga menggunakan sistem program Padat Karya Tunai (PKT) sesuai instruksi pemerintah pusat. Maka, Pemdes Ciherang secara tidak langsung memberikan keleluasaan bagi warga untuk terlibat dalam pembangunan sebagai bentuk keterbukaan pemdes dari sisi tarnasparasi pelaksanaan pembangunan hingga anggaran.

“Selain itu, jika dilihat dari segi keterbukaan jelas kami sangat transparan. Bahkan, papan proyek selalu kami pasang ketika pembangunan berjalan dan pemasangan prasasti setelah pembangunan selesai dilaksanakan,” tambahnya.

Tak sampai disitu, Pemdes pun membawa papan proyek tersebut pada kegiatan-kegiatan warga agar mereka paham bahwa dari total anggaran ada sebagian terkena potongan wajib pajak.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga. Salah satu contoh apabila jalan dibiarkan rusak maka ongkos angkut hasil pertanian warga otomatis akan bertambah.

“Berbeda dengan kondisi jalan yang bagus, tentunya para petani tidak perlu merogok kocek terlalu dalam untuk ongkos angkut hasil bumi yang saat ini mayoritas didominasi sayur mayur,” pungkasnya.

(dan)