Kakek Uhi Petani Cianjur Pergi Haji Diundang Langsung Raja Arab

Kakek Uhi disambut raja Arab. FOTO: KELUARGA Aki Uhi For RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Kaget dan tak menyangka. Seorang muslim bisa pergi haji ke baitullah secara gratis tanpa biaya sepeserpun.

Bahkan mungkin hanya menjadi mimpi di siang bolong untuk pergi ke Mekkah atas undangan langsung Raja Saudi Arabia, Salman bin Abd al-Aziz Al Sa’ud.

Tetapi tidak begitu, jika Sang Maha Kuasa telah berkehendak. Itupula yang terjadi kepada Uhi Idris Samri. Kakek yang telah berusia hampir seabad ini merupakan seorang petani asal Cianjur yang bisa menunaikan ibadah haji, setelah doa dan permohonannya dikabulkan kerajaan Saudi Arabia.

Sebelumnya kakek Uhi sangat berkeinginan menunaikan ibadah haji namun terkendala biaya.

Petani yang berdomisili di Kampung Loji RT 05 RW 01 Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas ini, mendapat undangan khusus dari Raja Salman untuk menunaikan ibadah ke-limanya.

“Kaget betul dan sangat tak menyangka, Aki yang seorang petani biasa dan bisa disebut orang kurang mampu, kok bisa memiliki rezeki untuk pergi haji. Bahkan naik hajinya itu diundang langsung sang raja Arab,” ujar Ai Siti Aminah (31) Cucu Aki Uhi saat ditemui di kediaman sang kakek.

Siti pun menceritakan kembali perjalanan Aki Uhi sebelum bisa berangkat ibadah haji seperti saat ini. Mulai dari sosok Aki sebagai orangtua yang taat beribadah, sering membaca Alquran, berdoa, disiplin, bahkan sebagai sesepuh yang cukup dikenal oleh masyarakat di sekitar lingkungannya.

“Kalau Aki Uhi itu, di lingkungan rumah suka dipanggil pak Aki. Bahkan ada juga yang memanggilnya Abah. Tapi apa aja lah, yang pasti tetap menghargai sosok Aki,” ucap Siti.

Sebelum Aki Uhi bisa pergi haji, memang di Arab itu sudah cukup viral tentang pemberitaan Aki Uhi yang akan diundang Raja Salman. Baik media televisi, ataupun media-media lain di Arab sudah menyebar tentang kebaikan Sang Raja Arab mengundang Aki Uhi.

Sosok Aki Uhi yang viral di Arab itu juga kemudian menyebar di beberapa media di Indonesia. Tetapi itulah takdir Allah SWT. Petani yang hanya memiliki rumah sederhana, dan sedikit memelihara ayam juga beberapa kambing, belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji.

Anak-anaknya semua ada 12. Tetapi sudah meninggal empat orang. Yang satu di Bogor, yang lainnya ada di Cianjur dan luar Cianjur. Itupun pun hampir semuanya belum memiliki penghasilan yang lebih, apalagi untuk memberangkatkan Aki Uhi ibadah haji.

“Mungkin masih tak terpikirkan. Termasuk saya sendiri yang hanya mengandalkan biaya hidup dari suami,” tutur Siti.

Siti mengungkap, Aki pun sering mengungkap tentang keinginannya pergi haji. Tetapi apa daya, anak-anaknya juga belum bisa memberangkatkan Aki.

“Kadang Aki sering bilang Iraha nyak, aki tiasa angkat haji? Lamun aki can aya rezekina kanggo ka Mekkah, meureun Aki kaburu maot tiheula (kapan ya Aki bisa ke Mekkah? kalau lah memang Aki belum diberi rezeki berangkat haji, paling Aki sudah wafat duluan),” tuturnya menirukan ucapan Aki Uhi.

Kemudian Aki Uhi pun sering mengungkapkan bahwa dirinya sering berdoa dan bermunajat tentang keinginannya pergi ibadah haji. Doa yang sering dipanjatkannya itu adalah doa Al Ars.

“Doa itu mungkin bagi kita sebagai anaknya belum tentu bisa. Karena doa tersebut memang cukup panjang. Kalau Aki itu sudah biasa saja dan khatam,” ungkapnya.

Lancar dan diberikan jalan oleh sang Maha kuasa. Mulai dari tak disangka adanya undangan raja, proses administratif Aki dan keluarga, serta seluruh biaya keberangkatan yang semuanya ditanggung oleh pihak raja Arab itu semua berjalan lancar nyaris tak ada hambatan apapun.

Yang dianggap akan agak sulit itu, dari proses kelengkapan administrasi untuk berangkat ibadah haji. Tetapi pembuatan akte, paspor, dan lainnya terbuat dengan baik.

“Tak disangka saja semuanya atas izin Allah dan berjalan lancar. Padahal kan kalau ikut ibadah haji secara umum seperti orang lain itu mesti ngurus ini itu dengan biaya dan waktu yang cukup panjang. Tetapi ini tidak, benar-benar mulus. Bahkan yang tadinya suami saya yang akan ikut berangkat ke tanah suci. Digantikan oleh adik, itu juga prosesnya berjalan lancar,” tuturnya.

Sempat hari-hari kemarin, keluarga di rumah komunikasi lewat video call di WhatsApp dengan Aki Uhi di Mekkah. Keadaan Aki beserta anggota keluarga yang ikut pun Alhamdulillah baik.

Biasanya jika seseorang yang pergi haji itu, suka ada semacam balasan atas apa yang sering dilakukan orang tersebut di lingkungan rumahnya. Tetapi tidak bagi Aki Uhi, semuanya justru lebih baik saat sekarang sedang di tanah suci.

“Saya lihat saat video call itu, Aki terlihat senang, bahagia, dan kami disini (rumah, red) berharap, Aki Uhi disana diberikan kelancaran dalam ibadah, serta menjadi haji yang mabrur dan mabrullah. Itu doa kami semua bagi Aki,” tutupnya.

(dan)