Beras Pandanwangi Nasibmu Kini

MUSYAWARAH: Wakil Dekan III Fakultas Sains Terapan (Faster) Unsur Cianjur melakukan diskusi dengan Fraksi Partai Demokrat mengenai Pandan Wangi. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Beras Pandanwangi yang merupakan beras asli Kabupaten Cianjur saat ini memang mudah ditemui di pasar maupun di toko-toko penjual beras. Sayangnya, beras yang berada di pasaran itu sudah tidak murni atau sudah dicampur dengan beras lainnya.

Selain itu, pengembangan, budidaya dan perhatian dari para pemangku kebijakan juga dinilai sangat kurang. Akibatnya, lambat laun, beras Pandanwangi dimungkinkan bakal makin sulit ditemukan di masa mendatang.

Hal itu pula yang mendasari Wakil Dekan III Fakultas Sains Terapan (Faster) Universitas Surya Kancana, Ahmad Nur Rizal. Dengan mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cianjur, pihaknya berharap ada keseriusan dari para pemangku kebijakan berkenaan dengan nasib beras Pandanwangi.

Ahmad Nur Rizal menyampaikan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Pasalnya, perhatian Pemkab Cianjur terhadap beras Pandanwangi dinilainya sangat kurang. Sedangkan keseriusan yang digembor-gemborkan selama ini hanya sebatas wacana saja.

“Budidaya Pandanwangi jangan hanya jadi wacana saja, tapi harus dipraktikan juga,” tegasnya.

Saat ini, di Faster Unsur Cianjur sudah dibuat Pandanwangi Center. Itu salah satu bentuk keseriusan Faster Unsur Cianjur untuk tetap membudidayakan Pandanwangi. Kondisi yang ‘tak berpihak’ pada Pandanwangi itu, tidak hanya menjadi keresahan masyarakat saja, namun menjadi keresahan juga di kalangan akademik.

“Saya kesini untuk diskusi mengenai Pandanwangi, saat ini kita lihat kan kurangnya perhatian dari Pemkab Cianjur,” paparnya.

Dari hasil diskusi tersebut, Faster Unsur Cianjur sudah diberikan arahan pembibitan Pandanwangi di lahan sebesar 3000 meter persegi. Selain itu, pihaknya pun meminta agar diperkenankan untuk mengelola lahan di Warungkondang sebesar lima hektar sehingga bisa digunakan untuk praktik oleh mahasiswa dan masyarakat umum.

“Kenapa sekarang banyak yang protes? Karena kurang organik dikelolanya tidak secara murni. Dan alhamdulillah dewan menerima dan akan berupaya membantu,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Masyarakat Pelestari Pandanwangi Cianjur ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Gerindra, Sahli Saidi mengatakan, pihaknya mengapresiasi penyampaian dan keprihatinan serta kepedulian Wakil Dekan III Faster Unsur Cianjur tersebut. Diakuinya, memang perlu ada pembudidayaan beras Pandanwangi yang menjadi kebanggan Kabupaten Cianjur.

“Kita terima kedatangan Pak Rizal, karena Pandanwangi itu di Cianjur masih ada keluhan-keluhan mengenai penanaman,” paparnya.

Lanjutnya, selama ini Pandanwangi di Cianjur tidak dikelola dengan baik. Rencananya, bibit akan diberikan kepada petani dan hasilnya dibeli Faster Unsur Cianjur.

“Kedepannya kalau sudah menjadi beras, semua dewan harus membeli beras Pandanwangi dan akan disampaikan pada saat rapat khusus. Agar petani Pandanwangi tidak ragu-ragu untuk menanamnya. Ini Pandanwangi asli, selama ini Pandanwangi belum dirasakan oleh masyarakat Cianjur,” tegasnya.

Selain itu, hal tersebut bertujuan untuk membudidayakan Pandan Wangi yang menjadi ciri khas Cianjur dan akan dibantu didorong ke Pemkab Cianjur untuk mendapatkan izin pengelola lahan di warungkondang.

(kim)