Dua Tahun Menabung, Narapidana Lapas Cianjur Sumbang Hewan Kurban

BISA BERKURBAN: Perayaan Idul Adha 1440 Hijriah menjadi momentum yang berharga bagi sejumlah warga binaan Lapas Klas 2B Cianjur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah ditandai dengan menyembelih hewan kurban untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada yang lain. Tapi, hari raya itu bukan saja menjadi milik umat muslim di seluruh dunia yang menghirup udara bebas saja. Di Lapas Klas II B Cianjur, juga menjadi ajang berbagi bagi warga binaan. Bahkan, tekad para warga binaan itu cukup tinggi untuk bisa berbagai kepada sesama umat. Tapi, ada kisah kelam di balik cerita itu.

Laporan: Abdul Aziz N Hakim, CIANJUR

Berkurban bisa dilakukan oleh siapa saja bagi mereka yang mampu dan sanggup. Namun siapa sangka, tiga warga binaan (wabin) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2B Cianjur turut berkurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah. Selama ini, masyarakat hanya melihat sisi lain dari para penghuni hotel prodeo ini. Tapi ternyata ada sisi lain yang tak semua orang mengetahuinya.

Dua hewan kurban yang diberikan yakni seokor sapi dan kambing. Untuk satu ekor sapi, merupakah hasil patungan dari dua warga binaan dan petugas Lapas Klas II B Cianjur.

Hendri Purnama (30), warga binaan yang ikut patungan menyumbang sapi menuturkan, hewan kurban kali ini menjadi kali pertama ia berkurban. Hal itu ia lakukan sebagai tekad perubahan dirinya sekaligus penebus kesalahan yang akhirnya mengantarkan dirinya meringkuk di balik jeruji besi.

“Saya masuk karena membunuh orang. Itu perbuatan yang sangat saya sesali, bahkan sampai akhir hidup saya nanti,” tuturnya saat disambangi Radar Cianjur, Minggu (11/8) kemarin.

Waga asal Kecamatan Sukanagara ini mengaku, untuk bisa ikut menyumbang hewan kurban itu, ia menabung sejak dua tahun lalu. Uang itu dikumpulkan dari usaha kontrakan dan stusio musik yang kini dikelola oleh istrinya itu.

“Tidak menyangka bisa berkurban, padahal sebelum seperti saat ini uang yang dimiliki selalu dihambur-hamburkan dan tak pernah terpikir untuk berkurban,” ujar narapidana kasus pembunuhan ini dengan mata berkaca-kaca.

Bahkan, proses hijrah yang kini dijalaninya lebih terfokuskan pada urusan akhirat. Dirinya berharap, apa yang dilakukannya bisa menjadi penghapus dosa serta menjadi penuntunnya untuk tetap istiqomah di jalan yang benar.

“Semoga dengan berkurban, saya bisa menjadi penebus kesalahan yang telah saya perbuat dan menjadi pembuka jalan saya untuk tetap istiqomah dalam berhijrah,” harap pria yang biasa disapa Ruben ini.

Hendri mengaku, dirinya memang telah melakukan kesalahan yang sangat luar biasa. Akan tetapi, ia bertekad untuk menjalani sisa masa hukuman selama 14 tahun mendatang dengan mencari berkah dan ridha dari Ilahi.

“Dulu saya enggak pernah berkurban. Dulu saya punya tapi saya pakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Setelah ini, saya ingin berjalan di jalan Allah,” ucapnya.

Selain Hendri, Enceng Budiman (37) warga asal Gang Bakti yang tersangkut kasus narkoba ini pun turut bersama-sama ikut berkurban. Dengan penuh senyum dan ramah, dirinya merasa ikhlas atas apa yang telah dikurbankan.

Tak banyak harap darinya, namun dari apa yang diberikan, bisa menjadi cerminan untuk semua masyarakat serta khususnya wabin Lapas Klas 2B Cianjur.

“Apa yang kita lakukan hari ini, biar antara kita dan Allah SWT yang menilai, namun ini bisa menjadi suatu inspirasi bahwa warga binaan ataupun napi tidak semua memiliki sifat jahat. Di dasar hati saya pun merasakan ingin ada perubahan, semua manusia bisa berubah dan kembali ke jalan Nya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Klas 2B Cianjur, Fahmi mengungkapkan, momentum Hari Raya Idul Adha ini menjadi yang spesial dan sangat mengharukan. Pasalnya, wabin Lapas Klas 2B Cianjur bisa melakukan kurban dengan hasil tabungan pribadi.

Tentu harusnya ini bisa turut dilakukan oleh masyarakat luar dan bisa lebih baik dari wabin yang berada di balik jeruji besi.

“Warga binaan yang ikut berkurban ada tiga, satu orang kambing dan dua lagi hasil dari patungan dengan petugas lapas serta ini bisa menjadi contoh yang bermanfaat untuk semua,” ungkapnya.

Selain dari petugas lapas dan wabin, dari beberapa pihak turut memberikan hewan kurban seperti insan media, Polres Cianjur, Kalapas Klas 2B Cianjur dan Kejaksaan Negeri Cianjur.

Bukan hanya momentum berkurban, ternyata beberapa keluarga dari petugas lapas yang berasal dari luar Cianjur turut datang untuk bersilaturahmi. Bahkan, hari ini pun akan dibuka kunjungan terbuka untuk keluarga wabin dari mulai pukul 8.30 WIB sampai dengan 15.00 WIB.

“Besok (hari ini, red) akan ada kunjungan terbuka juga bagi keluarga wabin tanpa ada batasan, jadi memang khusus dalam rangka Hari Raya Idul Adha,” tutupnya.

(kim)