Sinyal Kuat Djajang Nurjaman Kembali ke Persib

Djadjang Nurdjaman

RADARCIANJUR.com – Persebaya Surabaya sedang dalam tren buruk, begitu juga Persib Bandung. Tim Bajul Ijo benar-benar kesulitan untuk memetik kemenangan dalam beberapa laga terakhir. Keputusan ekstrem pun dilakukan manajemen Persebaya dengan memecat pelatih kepala Djajang Nurjaman (Djanur).

Keputusan itu diumumkan pasca Persebaya gagal meraih kemenangan karena ditahan imbang Madura United 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/8) lalu. Djanur dianggap gagal mengangkat performa tim pada kompetisi Liga 1 musim 2019. “Evaluasi ini sudah disampaikan di beberapa laga sebelumnya,” ujar manajer Persebaya Chandra Wahyudi.

Pemecatan Djanur hanya berselang beberapa jam setelah Persebaya ditahan imbang Madura United di hadapan Bonekmania. Hasil imbang ini merupakan yang kelima diraih Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Setelah menang telak 4-0 atas Persib Bandung awal Juli lalu, Persebaya hanya sekali menang saat menjamu Persipura Jayapura (1-0).

“Kami sudah memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata tak kunjung meraih hasil memuaskan,” ucap Candra.

Persebaya, kata dia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur, terlebih mampu mengangkat performa dan menyelamatkan posisi musim lalu, bahkan mengantarkan tim menembus final Piala Presiden.

Namun, lanjut dia, manajemen menilai Persebaya membutuhkan pelatih kepala baru. Selain mendongkrak performa tim, kehadiran pelatih baru juga diharapkan tetap menjaga peluang juara.

Sementara itu, Djanur yang usai laga melawan Madura United ditanya tentang masa depannya bersama Persebaya mengatakan siap menerima apapun keputusan manajemen. “Kalau saya, siap menerima apapun keputusan manajemen. Jika diminta keluar maka saya akan keluar,” kata Djanur.

Pihak manajemen akan segera mengumumkan pelatih kepala definitif Persebaya..Sebelim mendapatkan pelatih baru pengganti Djanur, Ruben Sanadi dan kawan-kawan akan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro sebagai caretaker saat away ke kandang Arema FC pada 15 Agustus mendatang.

Puasa kemenangan juga terjadi di Persib Bandung. Kemelut Persib terlihat dari setiap laga karena terseok-seok menjalani Liga 1 2019.
Hasil minus di beberapa pertandingan terakhir membuat Persib Bandung bertahan di papan tengah klasemen sementara Liga 1 2019. Persib Bandung saat ini berada di peringkat 9 klasemen dengan poin 14.

Torehan poin Persib Bandung sama dengan Kalteng Pura dan PSIS Semarang. Persib Bandung yang baru bermain 13 kali ini baru mampu meraih kemenangan tia kali. Selebihnya, Persib Bandung hanya mampu meraih lima kali seri dan kalah.

Pada Sabtu (10/8) lalu, ratusan Bobotoh melakukan aksi di kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Bandung. Bobotoh meminta tanggung jawab kepada manajamen atas penampilan Persib Bandung di kompetisi Liga 1 2019 putaran pertama ini.

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Albert pun menjadi sorotan. “Buat pelatih, bangun mental pemain secepatnya dan kebersamaan pemain. Sisa putaran pertama masih empat laga, untuk menyongsong putaran kedua,” kutip poin keempat dari lima tuntutan bobotoh saat itu.

Menanggapi hal ini, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts yakin anak asuhnya dapat segera bangkit. Robert Rene Alberts juga merasa optimis pada putaran kedua nanti Persibn Bandung mampu merangkak naik ke papan atas klasemen Liga 1 2019. “Secara keseluruhan, tim ini bisa bangkit (usai hasil buruk), selangkah demi selangkah, dan yang saya suka dari pemain saya adalah mereka bermain dengan intens, mereka saling bekerja sama satu sama lain. Ini hal yang sangat positif dan Persib, bisa saja, di putaran kedua nanti akan naik posisinya di klasemen,” kata Robert Rene Alberts.

Robert Rene Alberts bicara peluang merekrut pemain berposisi penyerang. “Jendela transfer akan segera dibuka dan saya memiliki peluang untuk membuat tim ini menjadi lebih seimbang,” kata Robert.

Ia pun memberi contoh, sulit menggantikan posisi striker. “Di posisi striker, sangat sulit menggantikan striker utama yang kami punya, dan itu area yang menjadi prioritas kami,” tambah mantan pelatih PSM Makassar ini.

(ara/tri)