Pengamat Politik Cianjur: Jangan Cuma Ketua KPUD saja, Kalau Bisa Diganti Semua

Komisi Pemilihan Umum

RADARCIANJUR.com – Pergantian jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Cianjur menuai perhatian dari beragam pihak tak terkecuali pengamat politik. Dengan tegas, pengamat menilai, sebaiknya pergantian tidak hanya dilakukan pada jabatan struktural semata melainkan individu yang bernaung di dalamnya.

Pengamat Politik Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Cecep Wirahma mengatakan, penggantian komisioner KPUD Cianjur sebaiknya dilakukan secara matang dan jangan sampai main-main. Pasalnya, pergantian ini dilakukan secara mendadak mendekati pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Ia menuturkan, pergantian secara menyeluruh itu dilakukan untuk tujuan yang lebih baik. Apabila dibiarkan terus menerus dan tak ada perubahan maka masalah akan terus terjadi. “Ya kalau bisa diganti semua. Jika tidak dilakukan penggantian, KPUD Cianjur akan terus bermasalah dan jangan sampai ada istilah menjadi ‘titipan’ penguasa,” ujar Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsur ini.

Pria yang akrab disapa Sahru ini menambahkan, KPUD Cianjur wajib berbenah diri. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, KPUD Cianjur diganjar sanksi dari DKPP terkait setumpuk permasalahan pemilu serentak 2019.

Seperti diketahui, permasalahan yang dipersoalkan DKPP beragam mulai dari banyaknya surat suara yang tertukar, keterlambatan pendistribusian, keterlambatan pelaksanaan hingga setumpuk permasalahan lainnya. DKPP memberikan hukuman kepada lima Komisioner KPUD Cianjur yakni Ketua KPUD Cianjur Hilman Wahyudi serta anggota KPUD Cianjur lainnya yaitu Selly Nurdiah, Anggy Shofia Wardany, Rustiman dan Ridwan Abdullah.

DKPP pun memutuskan menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras serta pemberhentian dari jabatan Ketua Divisi Keuangan, Logistik, dan Rumah Tangga kepada teradu I Hilman Wahyudi terhitung sejak dibacakannya putusan tersebut. Peringatan keras pun turut diterima teradu III Anggy Shofia Wardany. Sementara peringatan lainnya dijatuhkan kepada teradu II Selly Nurdiah, teradu IV Rustiman dan teradu V Ridwan Abdullah.

(cr1)