Tulis Surat untuk Jokowi, Mohon Kepulangan Ibunda 21 Tahun di Arab

DEAR PRESIDEN: Selpi Lusniawati (27) menuliskan surat permohonan langsung kepada Presiden Jokowi untuk memulangkan ibunda, Alis Juariah dari Riyad, Saudi Arabia. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Harapan dan tekad Selpi Lusniawati (27) sangat besar untuk bisa memulangkan sang ibundanya, Alis Juariah (46) yang tak kembali selama 21 tahun di Riyad, Saudi Arabia. Kemarin, Selpi menuliskan surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dapat memulangkan ibunda tercinta ke Tanah Air.

Dengan mata berkaca-kaca, Selpi yang ditemani pamannya, Dikdik Rukmansyah (39) menuliskan surat permohonan di Kantor DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur. Selpi merangkai kata demi kata dalam surat tersebut.

Sebelum surat ditulis kemarin, ragam upaya sudah dilakukan pihak keluarga termasuk menemui langsung Alis. Adik Alis Juariah, Ani Nuryani (43) mencoba untuk menemui kakaknya di Arab Saudi. Ani sudah diketahui sudah menikah dengan orang Saudi Arabia. Namun belum membuahkan hasil, bahkan pihak KBRI Riyad pun tidak mempertemukan dirinya dengan sang kakak. “Kakak saya yang tinggal di Saudi Arabia pun udah mencoba untuk bertemu, tapi tidak membuahkan hasil,” ujar Dikdik.

Merasa semua usaha sudah dilakukan, akhirnya Selpi memutuskan untuk meminta bantuan orang nomor satu di Indonesia agar memudahkan kepulangan orangtuanya. Sudah kali keempat usaha yang dilakukan pihak keluarga untuk bisa memulangkan Alis.

Selpi pun merasa curiga karena kertas yang dikirimi pihak KBRI Riyad bukan tulisan tangan ibunya. Akan tetapi, surat tersebut hanya dilengkapi keterangan dari KBRI Riyad.

Menurut penuturan Selpi, ia mengetahui betul tulisan tangan dari ibunya. Namun surat yang didapatnya dari KBRI bukanlah tulisan tangan, hanya secarik kertas dengan hasil cetakan yang mengabarkan ibunya baik-baik saja. “Saya mohon pertolongan kepada pak presiden agar bisa dimudahkan kepulangan ibu saya,” harap Selpi sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan mengatakan, sejauh ini pihaknya akan berupaya menembus berbagai pihak dari mulai Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI Riyad. Bahkan pihaknya akan membantu menyampaikan surat dari Selpi ke presiden melalui staf Kepresidenan. “Kita akan berusaha sampai bisa memulangkan bu Alis, minimal mendapatkan kabar langsung dari beliau,” paparnya.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu pihaknya mencoba komunikasi dengan majikan Alis Juariah melalui telepon. Namun jawabannya baik-baik saja. Komunikasi kedua kalinya mengatakan sang majikan sedang wisata dan baru tanggal 6 September 2019 akan disambungkan dengan bu Alis. “Ya tolong lah kepada pemerintah, ini kan rakyat yang perlu ditolong dan jangan dibiarkan,” tegasnya.
(kim)