Bocah Tujuh Tahun Diperkosa Tetangga, Pulang Bawa Celana Bersperma

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Malang benar nasib N. Bocah mungil berusia tujuh tahun di Desa Sukamulya, Kecamatan Leles, itu malah menjadi korban pelecehan sekual oleh tetangganya sendiri. Perenggutan masa depan gadis kecil itu diduga dilakukan oleh SD alias T yang berusia 43 tahun.

Nasib tragis yang menimpa N itu dibeberkan oleh paman korban, S (37). Ia bercerita, perisitwa mengenaskan baru diketahuinya dua minggu lalu setelah mendapat laporan dari orangtua korban.

S mengungkap, awalnya tidak ada yang mengetahui kejadian yang menimpa keponakannya itu. Pasalnya, orangtua korban tak berani menceritakan aksi bejat pelaku terhadap anaknya.

“Mungkin dia (orangtua korban) malu dan takut menceritakan hal ini kepada orang lain, apalagi sampai diketahui orang lain kan jadi malu,” tuturnya, kemarin (14/8).

Namun, setelah dua minggu berlalu, orangtua korban akhirnya bercerita kepada nenek korban. “Saya tahu berita itu dari nenek korban,” lanjutnya.

S menuturkan, berdasarkan cerita orangtua korban, peristiwa itu diketahui setelah korban pulang ke rumah sembari menangis. Bukan itu saja, korban menenteng celana dalamnya dan mengaku kesakitan pada bagian kemaluannya.

Setelah diperiksa orangtuanya, celana dalam korban ternyata terdapat ceceran cairan diduga kuat sperma pelaku. “Akhirnya ditanyai sama orangtuanya, ngaku,” jelasnya.

Penuturan korban, lanjutnya, saat itu korban tengah bermain. Lalu oleh SD, korban diiming-imingi agar mau bermain ke rumah pelaku. Iming-iming pelaku itu pula yang membuat korban menuruti permintaan pelaku.

Terlebih pelaku adalah tetangganya sendiri yang dikenal korban. Di rumah pelaku yang kosong itu, SD dengan leluasa melampiaskan nafsu bejatnya terhadap gadis kecil itu.

S menambahkan, usai mengetahui cerita itu dari nenek korban, dengan kesepakatan keluarga, maka ia langsung menuju ke polsek setempat untuk melaporkan perbuatan bejat SD kepada polisi.

“Setelah dari polsek kami diarahkan ke KPAI. Bersama KPAI kami langsung buat laporan di Polres Cianjur,” katanya.

Dirinya berharap, polisi bisa secepatnya mengusut tuntas perbuatan asusila pelaku dan segera memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan bejatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto membenarkan adanya laporan pelecehan seksual yang menimpa N di Kecamatan Leles. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Tekait kasus ini, baru mau digelar untuk dinaikkan ke tahap sidik,” katanya.(dil)