Polisi Terbakar Saat Amankan Demo Mahasiswa di Pendopo Cianjur

Seorang polisi terbakar saat hendak mengamankan demo.

RADARCIANJUR.com – Aksi unjuk rasa Organisasi Kepemudaan (OKP) Cianjur Plus di gerbang masuk Pendopo, Jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur pada Kamis (15/8) sekitar pukul 11:00 berakhir malapetaka.

Empat anggota polisi Polres Cianjur terbakar saat tengah memadamkan ban mobil yang dibakar massa. Di saat yang bersamaan, salah satu massa justru melemparkan bahan bakar ke arah ban dan petugas sehingga anggota tubuh keempatnya langsung tersulut api.

Aksi bermula saat massa melakukan orasi di Gedung DPRD Cianjur di Jalan Abdullah bin Nuh sekitar pukul 09:30. Mereka membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan kekecewaan terkait penilaian kinerja pemerintah yang dianggap gagal. Sambil mengepung gedung dewan itu, massa turut melakukan orasi dari atas truk kuning tepat di tangga pintu masuk ruang sidang DPRD Cianjur.

Orasi dan tuntutan mereka ternyata tak digubris para wakil rakyat. Tak ada satu pun perwakilan dari DPRD yang menemui massa. Belum terhenti di situ, ratusan massa pun segera bergeser ke Pendopo Cianjur.

Mereka melakukan longmarch sambil terus berorasi mulai dari sepanjang Jalan Abdullah bin Nuh, berlanjut di Jalan Pangeran Hidayatullah dan berakhir di Jalan Siliwangi. Niat masuk ke Pendopo untuk menemui Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman kandas. Sekitar pukul 11:30 WIB, massa justru mendapatkan barikade dari petugas Satpol PP.

Petugas Satpol PP memasang badan dan memaksa massa untuk tetap tertahan di gerbang masuk. Dengan terpaksa, para pengunjuk rasa menyuarakan orasinya di pintu masuk. Massa pun akhirnya melakukan blokade dan membuat Jalan Siliwangi mengalami kemacetan.

Pemblokiran jalan dilakukan karena massa merasa kecewa tidak bisa menemui Plt Bupati. Orasi pun terus dilakukan berdasarkan penilaian bahwa tak sedikit permasalahan yang terjadi di Kabupaten Cianjur.

Aksi bakar-bakaran ban pun nampaknya sudah direncanakan. Massa yang sempat membawa ban mobil untuk dibakar berhasil dicegah petugas keamanan. Tak cukup sampai di situ, sejumlah massa yang berada di lokasi pun tetap berusaha untuk mengorbankan api.

Kardus, botol bekas air mineral dan ban motor menjadi luapan massa. Api berhasil menyala di tengah kerumunan. Tak ingin api terus menyala, empat anggota Polres Cianjur masing-masing Aiptu Erwin, Bripda FA Simbolon, Bripda Yudhi Muslim dan Bripda Anif dengan sigap berinisiatif untuk memadamkan api.

Sejumlah lemparan air mineral terarah kepada keempatnya. Mereka tak ingin gentar dan tetap berusaha untuk memadamkan api. Namun, salah satu peserta aksi justru melemparkan kantong plastik bening ke arah keempatnya dan membuat kobaran api semakin besar. “Saat polisi mau memadamkan api, tiba-tiba ada seseorang yang melempar kantong berisi bensin hingga akhirnya api pun menyambar polisi,” ujar saksi kejadian, Makmus (55).

Kerumunan massa pun bubar saat teriakan Aiptu Erwin terdengar keras. Seluruh api menyulut tubuhnya dan membuat dirinya berguling di atas aspal jalan. Anggota kepolisian yang lain pun segera memberi pertolongan untuk memadamkan api. Beberapa anggota turut mengejar massa aksi yang lari ke sejumlah gang.

Sejumlah peserta aksi diamankan polisi saat itu, sedangkan empat anggota polisi segera dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapat penanganan medis. Salah seorang peserta aksi, Adlan Abdul Basir mengatakan, tujuan digelarnya aksi kemarin siang itu karena massa ingin menyampaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat Cianjur.
“Kami selaku masyarakat Cianjur merasa malu, akibat dari perlakuan pemerintah kabupaten Cianjur yang kurang pro terhadap rakyat,” tuturnya.

OKP Cipayung Plus merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa dan pemuda di anataranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cabang Cianjur, HIMAT, CIF, DPC IMM Cianjur dan PD Hima Persis Cianjur. Aksi dilakukan karena kinerja pemda Kabupaten Cianjur yang dianggap gagal pada masa kepemimpinan Bupati Irvan Rivano Muchtar.

Pasca kejadian, 17 orang diamankan Polres Cianjur dan dimasukan ke ruang isolasi. Sedangkan Aiptu Erwin harus dilarikan ke Rumah Sakit Kramatjati Jakarta karena mendapat luka bakar hingga 80 persen.

(dil)