40 Tim Mulai Bertanding di Honda DBL 2019, Dibuka Bogor versus Depok

Pertandingan sengit antara SMPN 1 Bogor dengan SMPN 2 Bogor.

RADARCIANJUR.com – Ada event menarik di hari pertambahan usia ke-74 tahun Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019) besok. Event yang paling ditunggu-tunggu para pecinta basket se-Bogor Raya.

Ya, 40 tim basket dari Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Depok siap beradu gengsi dalam Honda DBL West Java Series-West Region 2019.

GOR Indoor A Pajajaran bakal jadi saksi laga penuh drama dan gengsi hingga 31 Agustus mendatang. Menariknya, duel Bogor melawan Depok sudah tersaji pada opening party. Diawali laga pembuka antara SMAN 1 Ciomas melawan SMAN 1 Depok pukul 13.30 WIB. Kemudian dilanjutkan duel MAN 2 Bogor versus SMAN 6 Depok. Laga tak kalah sengit terjadi di kelompok putri. SMAN 1 Dramaga akan mati-matian saat berjumpa SMAN 2 Depok.

“Perdana melawan SMAN 1 Ciomas. Biasanya kita bermain dengan tim-tim dari kota bogor. Jadi pertandingan besok tidak akan mudah,”katanya kepada Radar Bogor, kemarin (15/8).

Oka pun mengaku, saat ini dirinya masih buta akan lawannya. Untuk itu, dirinya saat ini terus mencari informasi soal kekuatan tim Basket SMAN1 Ciomas. “Mencari gaya bermain mereka. Agar kita bisa menang di laga pembuka itu,”tuturnya.

Namun, bukan hanya itu. Bermain di laga pembuka dibutuhkan mental yang kuat. Gugup, dipastikan tim akan kalah. “Mental, mudah-mudahan siap. Laga pembuka memang berbeda atmosfirnya,”ujar Oka.

Pelatih SMAN 1 Ciomas, Hildan Harva mengatakan, laga melawan SMAN 1 Depok tidak mudah. Ujian mental menjadi yang paling utama. “Kami main sata opening party. Apalagi sudah beberapa tahun absen dari Honda DBL,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (15/8).

Tidak hanya itu, sejumlah pemain sempat jatuh sakit. Sehingga harus absen dari latihan. “Namun kami sudah siap. Alhamdulillah sudah 100 persen (full team),” imbuhnya.

Optimisme tinggi juga diungkapkan Kapten tim MAN 2, Aditiya. Ia dan rekan-rekannya sudah belajar banyak dari keikutsertaan yang pertama kali pada 2017 lalu.

“Ini kedua kali kami bertanding. Kami tentu tak ingin gugur di babak awal. Harus bisa lebih baik daripada sebelumnya,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Ia mengatakan, MAN 2 tahun ini dipastikan akan menjadi tim kuda hitam. Mengingat, mereka mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. “(DBL 2018) kami tidak ikut. Sebab, mempersiapkan tim selama satu tahun. Saat ini kami sudah sangat siap,”tuturnya.

Adit-sapaan karibnya-yakin timnya akan mampu mengalahkan SMAN 6 Depok. Meski harus berlaga pada opening party, ia mengaku takkan menjadikan beban untuk bertanding. “Kami sudah siapkan taktik dan strategi jika bisa bertemu dengan mereka,” pungkasnya.

Bagi Bogor, Honda DBL sudah memasuki season kesepuluh. Bergulir sejak 2009 silam, perlahan peminatnya pun makin bertambah.

General Manager (GM) Radar Promosindo, Ilona Natalia menjelaskan, tahun ini Honda DBL dipecah ke dalam empat region. Yakni Bekasi, Bogor, Bandung dan Cirebon. Yang sebelumnya terdiri dari North Region dan West Region.

“Hal ini dilakukan agar Honda DBL bisa dikenal luas oleh masyarakat, khususnya pecinta basket di Jawa Barat,” ujarnya.

Tiap tahun PT DBL Indonesia selalu melakukan inovasi. Agar basket pelajar bisa dikelola layaknya liga profesional NBA. Salah satunya meluncurkan DBL Play.

CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda menjelaskan, peluncuran DBL Play adalah bagian komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan partisipasi anak muda di basket. “Prinsip kami konsisten. Bila kami terus mengembangkan partisipasi, maka partisipasi akan membiayai prestasi. Dan DBL Play akan menjadi platform untuk memperluas partisipasi anak muda di DBL,” jelas Azrul.

Tidak tanggung-tanggung, di tahun awal peluncurannya, DBL Play akan langsung menyajikan ribuan konten yang membahas 1.400 lebih pertandingan Honda DBL dari Aceh sampai Papua. Ini termasuk ratusan pertandingan pilihan yang akan ditayangkan via livestream, ribuan berita dan feature dari setiap tim, sekolah, serta setiap pertandingan, juga konten-konten feature basket dan hiburan.

“Honda DBL adalah panggung untuk anak Indonesia membuktikan kemampuan. DBL Play adalah panggung bagi mereka untuk berbagi se-Indonesia,” ujar Azrul.

(rur/all)