KAHMI Cianjur Nyatakan Sikap Kericuhan Aksi Mahasiswa Cipayung Plus

RADARCIANJUR.com – Majelis Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI) Cianjur menyatakan sikap atas kericuhan aksi mahasiswa Cipayung Plus yang terjadi di Depan Pendopo Kabupaten Cianjur pada Kamis (15/8).

MD KAHMI Cianjur menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi tersebut, baik dari pihak kepolisian yang mengalami luka bakar maupun dari pihak mahasiswa.

“Kami mendukung pihak kepolisian untuk mengusut oknum atau provokator yang menyiramkan bensin,” ujar MD KAHMI Cianjur, Firman Mulyadi.

Namun, menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara objektif, prosedural, dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Untuk itu, KAHMI akan memberikan pendampingan hukum dan pembinaan terhadap tiga anggota HMI yang masih dimintai keterangan pihak kepolisian.

Ketiganya antara lain Helmi Mauldandi STISIP Guna Nusantara, Edwin Nursalam STAI Al Azhari dan Faiz Assdiq Fakultas Hukum Unsur yang saat ini masih di amankan di Polres Cianjur. ”

KAHMI menyakini ketiga kader tersebut tidak terlibat langsung dengan penyiraman BBM yang mengakibatkan ada insiden terbakarnya empat orang anggota kepolisian,” tuturnya kepada Radar Cianjur.

Firman menambahkan, pihaknya meminta kepolisian untuk memberikan pembinaan atau bahkan teguran pada oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan pada mahasiswa peserta aksi dan menjunjung tinggi azaz praduga tak bersalah. “Kami memohon agar seluruh pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana. Sambil kita bersabar untuk menunggu hasil yang di
sampaikan oleh aparat penegak hukum,” paparnya.

(*/yaz)