Tarif Naik Bikin Lesu Ojek Online

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kenaikan tarif yang ditentukan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Darat pada tanggal 8 Agustus 2019 lalu ternyata tidak hanya berimbas kepada masyarakat saja. Namun, hal tersebut turut dirasakan oleh sejumlah driver (sebutan pengemudi daring) ojek online (ojol) di Kabupaten Cianjur.

Ternyata, beberapa ojol mengeluhkan sepinya penumpang yang biasa menggunakan jasa angkutan online tersebut. Tarif jarak dekat yang sebelumnya hanya Rp6000, kini menjadi Rp9000.

“Biasanya suka ada aja penumpang pas sebelum tarifnya naik, kalau sekarang jarang dan bahkan malah berkurang penumpangnya,” ujar Driver Ojol, Ahmad Salahudin Sifa.

Memang jika dihitung, kenaikan tersebut bisa menjadi keuntungan bagi driver. Tapi sepi penumpang yang menggunakan ojol lebih memilih angkutan lain.

Hal senada diungkapkan oleh Muhamad Rifaldi Sofianur (28). Selama dirinya menjadi driver daring, baru dirasakan sepinya penumpang seperti saat ini. Bahkan, biasanya dirinya sebelum malam hari sudah mendapatkan penumpang sesuai target.

“Biasanya dari pagi sampai sore kalau rajin sudah tutup poin atau memenuhi target, tapi sekarang sedikit sulit dari imbas kenaikan tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, kenaikan tarif tersebut ternyata tidak semerta-merta menguntungkan driver. Terdapat potongan 20 persen oleh aplikator. Sehingga sama saja dengan tarif lama.

“Kalau dibilang untung sih enggak kang, karena dari harga Rp9000 itu dipotong lagi sama pihak perusahaan sebesar 20 persen, nah dari sisanya kita baru terima,” paparnya.

Beberapa driver ojol pun berharap agar penetapan tarif tersebut bisa dikaji ulang sesuai dengan wilayah kota maupun kabupaten masing-masing, sehingga wilayah seperti Kabupaten Cianjur yang tidak terlalu besar dan penggunanya tidak terlalu banyak bisa disesuaikan.

“Kalau untuk Kabupaten Cianjur kan kotanya tidak terlalu besar, terus masyarakat yang menggunakan aplikatornya tidak seperti kota-kota lain dan juga aplikator jangan membuka lagi pendaftaran, disini sudah terlalu banyak driver,” harapnya. (kim)