Cerita Zai Parmin, Penjaga Makam Pejuang Pertempuran Ciranjang

IKHLAS: Zai Parmin (52) tak lelah membersihkan pahlawan pejuang Republik Indonesia yang sudah tertidur di pembaringan terakhir. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bukit Pahlawan menjadi tempat peristirahatan terakhir 22 pahlawan yang gugur dalam pertempuran Ciranjang 74 tahun lalu. Kondisinya relatif baik karena dirawat oleh warga setempat berumur 52 tahun, Zai Parmin.

LAPORAN: ABDUL AZIZ N HAKIM, CIRANJANG.

HENING. Hanya suara ranting pohon yang bergoyang terdorong oleh angin di siang yang terik itu. Beberapa kicauan burung menjadi alunan musik yang menambah ketenangan di Taman Makam Pahlawan Kampung Bukit Pahlawan Desa Ciranjang RT03/RW02 Kecamatan Ciranjang.

Letaknya yang berada di tengah pemukiman warga memudahkan pendatang untuk mencari tempat yang menjadi pembaringan terakhir pejuang. Tak sulit memang. Beberapa warga mengetahui tempat tersebut. Di antara pemakaman umum, terdapat satu tempat yang menyerupai perbukitan.

Ya, Bukit Pahlawan. Tak semua orang mengetahui tempat tersebut. Hanya warga setempat dan sejarawan saja yang mengenal tempat tersebut. 57 anak tangga dengan cat merah putih disertai beberapa retakan yang menghiasinya. Selain itu, terdapat 10 umbul-umbul merah putih yang berkibar menyambut kedatangan menuju Bukit Pahlawan.

Sebelum memasuki area pemakaman, terdapat dua pintu besi yang masih terlihat berkarat meski sudah dicat. Dari bawah, terlihat tugu yang menjulang tinggi sekitar lima meter menandakan tempat tersebut bukan tempat biasa. Di atas tanah bukit seluas 500 meter persegi itulah bersemayam dengan tenang 22 pahlawan yang telah tiada yang menghadap ke arah barat.

Warna merah putih menjadi warna makam dengan panjang satu meter setengah dan lebar setengah meter. Dari 22 makam tersebut, dua di antaranya terdapat pejuang wanita yang berada di barisan pertama sebelah kiri.

Setiap makam berjarak sekitar setengah meter. Bukan hanya beberapa hiasan umbul-umbul serta bendera merah putih saja, 10 tiang besi yang sudah berkarat yang menyerupai bambu runcing berdiri tegak dengan panjang satu meter. Beberapa bagian tembok pun sudah mulai retak, bahkan pada bagian tembok penahan yang berada di arah selatan sudah hampir roboh.

Siang itu, Zai Parmin (52) warga Kampung Bukit Pahlawan Desa Ciranjang RT03/RW02, Kecamatan Ciranjang melakukan perawatan makam di Bukit Pahlawan menjelang 17 Agustus 2019. Sejak awal pekan Agustus, dirinya mulai melakukan pembenahan-pembenahan.

Kulitnya yang sudah tak lagi kencang, seakan tidak menyurutkan kecintaan serta semangatnya untuk mengabdi kepada Negara Indonesia. Keringat bercucuran seakan tak terasa mulai turun perlahan dari wajahnya. Panas terik siang itu tak dihiraukan pria yang sudah memiliki tujuh cucu dan tujuh cicit ini.

Makam tanpa nama ini perlahan demi perlahan dibersihkan olehnya. Jika tidak ada pekerjaan, ia lebih fokus untuk merapihkan Bukit Pahlawan. Saat tidak ada momentum tertentu seperti Hari Kemerdekaan RI dan Hari Pahlawan, dirinya selalu melakukan bersih-bersih dalam sebulan tiga kali. “Ini saya inisiatif sendiri untuk membersihkan tempat ini, sebagai bentuk pengabdian terhadap negara dan menghargai jasa pahlawan,” ujarnya.

Sudah sembilan tahun dirinya membersihkan makam tersebut sejak tahun 2009. Hingga pada akhirnya pada tahun 2017 pihak Desa Ciranjang memberikan surat keputusan mengenai perawatan makam.

Meski memiliki SK dari Desa Ciranjang, namun hal tersebut tidak memberikan dampak bagi Bukit Pahlawan. Dana perawatan makam pahlawan berasal dari warga sekitar yang memberikan secara swadaya. Hanya perayaan tertentu saja pihak desa memberikan dana untuk perawatan.
“Dana yang diberikan desa hanya untuk momentum tertentu saja, kalau untuk perawatan biasanya warga sekitar memberikan dana seikhlasnya,” tutur pria yang berasal dari Gang Asnawi Kelurahan Muka, Cianjur ini.

Tak banyak yang diharapkannya. Dirinya hanya menginginkan perhatian dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur. Sehingga tempat tersebut layak untuk peristirahatan terakhir pejuang bangsa.

Di momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 ini, Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani berpesan, khusus TNI di bawah naungan Kodim 0608/Cianjur yang akan melaksanakan tugas pokok TNI lebih profesional dan meningkatkan kapasitas keterampilan kemiliteran.

Ada harapan tersimpan yang diungkapkannya. Ia berharap, Indonesia semakin maju sehingga menciptakan negara yang unggul dan modern hingga bisa bersaing dengan negara lainnya serta siap menghadapi era revolusi.

Baginya, perjuangan para pahlawan sangat berpengaruh dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Ke depannya, Kodim 0608/Cianjur akan memperhatikan dan berencana akan merawat Bukit Pahlawan. “Ke depannya kita akan rawat TMP itu (Bukit Pahlawan, red) dengan mengajak segenap elemen masyarakat yang ada disana dan generasi penerus agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” paparnya.

(**)