Helaran Budaya Hari Jadi Cianjur Bakal Dijakdikan Destinasi Wisata

SANGAT DITUNGGU: Penampilan Kuda Kosong menjadi daya tarik menarik pada parade Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-342.

RADARCIANJUR.com – Helaran Budaya Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-342 menjadi pesta rakyat dari tahun ke tahun. Berbagai kecamatan serta dinas di Pemerintahan Kabupaten Cianjur saling beradu kreativitas menampilkan ciri khas kecamatan hingga art fashion dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang.

Helaran yang digelar dalam memperingati HUT Cianjur yang jatuh pada 12 Juli ini rencananya bakal dijadikan destinasi wisata.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, acara parade HJC ke-342 ini yakni dari rakyat untuk rakyat sehingga semua bisa mengetahui kreasi dan keunggulan setiap kecamatan yang tampil pada parade ini. “Konsep kita ini dari rakyat untuk rakyat dan ternyata setiap kecamatan memiliki kreasi yang sangat bagus serta unik,” ujarrnya.

Bahkan ke depannya, parade ini akan menjadi salah satu destinasi wisata seperti halnya kota atau kabupaten lainnya. “Akan dijadikan destinasi wisata yang dipromosikan kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Cianjur,” tuturnya.

BACA JUGA: Hibur Warga, Via Vallen Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Cianjur

Selain itu, Kabupaten Cianjur juga diberikan mobil wara wiri dari Gubernur Jawa Barat melalui Bank BJB. Mobil tersebut nantinya akan dijadikan sebagai transportasi wisata.

Pemenang dari parade yang menjadi juara pertama yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur dengan konsep Kujang Catur Weda. Kujang Curaweda merupakan gambaran manusia paripurna atau manusia cahaya. Manusia Paripurna membawa kabar gembira berupa ilmu pengetahuan yang disebut sebagai guru. Hal tersebut berkaitan degan hubungan Budaya Sunda dan Kujang yang merupakan pandangan sebagai capaian masyarakat Sunda menuju keparipurnaan yang pandai, cerdas dan cerdik dengan berbudi luhur untuk semesata kehidupan yang terlihat maupun tidak terlihat.

SATU MISI: Semuan unsur sepakat akan memajukan Kabupaten Cianjur bersama-sama. Butuh sinergitas agar dapat mencapai Cianjur Maju dan Agamis.

Kepala Disdikbud Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqin mengungkapkan, persiapan yang dilakukan hanya berlangsung tiga hari saja dengan memanfaatkan para ahli seni dari berbagai kepala sekolah. “Kita persiapan hanya tiga hari saja dan dibantu oleh kepala sekolah untuk membuat pakaian tersebut,” jelasnya.

Pihaknya pun sangat senang bisa menjadi juara dalam perlombaan parade HJC ke-342 tersebut dan kedepannya akan dikembangkan jika ada perlombaan serupa.

Perayaan tersebut tentunya sangat ditunggu-tunggu masyarakat Kabupaten Cianjur yang sudah menanti dalam satu tahun. Tak heran, warga pun sudah menanti sejak pukul 7.30 WIB.

Saat beberapa rombongan parade seni budaya melintas, tak sedikit masyarakat yang berhamburan ke tengah jalan untuk melakukan swafoto atau selfie dengan karakter-karakter art fashion. Semua berlomba-lomba untuk menampilkan hasil dari kreasi seni yang dibuat.

MENAWAN: Salah satu penampilan dari BJB yang banyak menuai perhatian.

Nuraeni (28) warga Gang Al Falah Desa Cikaret Kecamatan Cianjur mengungkapkan, dirinya bersama anak serta adiknya sudah datang sejak pukul 7.00 WIB. Dirinya berdesak-desakan dengan masyarakat lainnya agar bisa menyaksikan langsung pertunjukan seni budaya tersebut. “Sejak pagi udah nunggu sekitar jam tujuh a, tapi malah desak-desakan dan pengen foto juga,” ujarnya.

Dirinya pun mengurungkan niatnya untuk merangsek ke bagian depan dikarenakan anaknya yang merasa kepanasan dan enggan untuk berdesakan. Selain Nuraeni, Fauzan (18) warga Kelurahan Sayang pun tidak ingin melewatkan momen satu tahun sekali. Ia membawa kamera untuk mencari foto yang nantinya akan diupload ke media sosial.

“Niat liat parade ini buat foto aja a, soalnya pasti bagus-bagus. Ya walau pun harus berebut buat bisa dapet foto bagus, tapi alhamdulillah lumayan juga fotonya,” ungkapnya.

Meski siang itu panas terik begitu menyengat, namun masyarakat tetap bertahan memenuhi jalan raya. Ini menjadi hiburan tersendiri untuk sebagian masyarakat.

(kim)