Aneh! Bocah Asal Cianjur Ini Suka Makan Binatang Hidup

MR(11) sedang berusaha untuk menagkap kodok.

RADARCIANJUR.com – Manusia, lazimnya memakan makanan matang dan olahan yang disandingkan dengan nasi. Namun tak demikian halnya dengan Muhammad Rizki.

Bocak 11 tahun itu memiliki kebiasan yang cukup aneh. Yakni memakan binatang hidup yang ditemukannya. Tak jarang, binatang yang kerap ia dapat dari sekitar rumahnya itu dijadikan mainan lebih dulu sebelum memakannya hidup-hidup.

Tak ada yang berbeda. Layaknya anak seusianya, Muhammad Rizki pun memiliki kegemaran bermain dengan bocah lain di kampungnya. Saban hari, bahkan sampai petang, Rizki kerap menghabiskan waktu dengan bermain.

Yang membuatnya cukup berbeda adalah kebiasaan aneh yang dimiliki bocah 11 tahun itu. Sebab, Riski kerap bermain dengan binatang. Tak hanya itu, ia juga kerap memakan binatang itu hidup-hidup.

Binatang-binatang itu didapatinya di sekitar rumahnya di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu.

Cucu (35), orangtua Riski menceritakan, awalnya anaknya itu sama sekali tak memperlihatkan gelagat aneh sedikitpun. Kali pertama ia mendapati anaknya memakan binatang hidup yakni saat Riski berusia enam tahun.

Cucu menceritakan, sebelumnya, anaknya mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Setelah itu, anaknya juga sering kali mengamuk tiba-tiba.

“Seminggu setelah dia mengalami demam dan kejang-kejang dia sering ngamuk-ngamuk,” kata Cucu (35) ditemui di kediamannya.

Setelah itu, dirinya kerap mendapati Riski kerap bermain-main dengan binatang yang didapatnya di sekitar rumah, semisal kodok. Bahkan, anaknya itu juga tak segan memainkan ular yang ditemukannya.

“Saya kaget ketika melihat dia menangkap ular lalu ular itu digigit hingga mati. Kemudian menangkap kodok, lalu kodok itu digigit hingga mati,” ungkapnya.

Melihat kejanggalan kelakuan anaknya, wanita yang hanya bekerja sebagai kuli pencari rumput itu lantas membawa anaknya berobat ke RSUD Cianjur. Sayang, lantrankeadaan perekonomian yang tak memungkinkan, ia tidak dapat mengobati anaknya hingga sembuh.

“Tak punya uang untuk biaya. Belum lagi siapa yang mau menunggu dia di rumah sakit karena saya harus kerja cari rumput. Kalau gak begitu mau makan darimana,” jelasnya.

Tetangga Cucu, Nanan (52) mengatakan, prilaku Riski memang tak seperti anak seusianya. Bocah tersebut sering memperlakukan binatang layaknya sebuah mainan.

Semisal saat menangkap seekor kodok, Riski suka mendengarkan suaranya. Setelah tidak bersuara kodok itu lantas digigit agar bersuara.

“Setelah bersuara dia ketawa. Setelah kodok itu mati dia membuangnya. Kadang juga memakannya. Begitupun pada binatang-binatang lainya seperti ular, anak ayam dan anak kucing,” katanya.

Lanjut Nanan, parahnya lagi, terkadang Riski kerap lupa dengan keluarganya sendiri. Dia sering jalan-jalan jauh kemana dia suka.

“Kemarin juga dua hari hilang. Ibunya menemukannya di Alun-alun Cianjur,” katanya.

Kepala Desa Babakansari H Junaedi menduga, menilik pada perlakunya, bocah tersebut mengalami gangguan mental. Pihaknya pernah memasukan bocah malah itu ke sekolah luar biasa (SLB).

Sayangnya, hal itu tak berjalan mulus. Pasalnya, di tengah-tengah perjalanan, Riski tak lagi melanjutkan sekolahnya dan memutuskan untuk berhenti.

“Kebetulan di Desa Babakansari ada Yayasan dan didalamnya ada SLB. saya tak tahu apa alasanya orang tuanya malah memberhentikan anaknya sekolah,” katanya.

Sementara itu Camat Sukaluyu Supiandi mengaku, telah mengetahui bahwa ada salah seorang anak di Desa Babakansari yang suka mengkonsumsi binatang hidup dari laporan kepala desa setempat.

“Anak ini memang memiliki keterbelakangan mental, bahkan kata ibunya sendiri anak ini suka katak dan ini kami sangat prihatin,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah menggandeng organisasi masyarakat yang kebetulan mempunyai akses untuk melakukan pengobatan terhadap bocah malang itu.

“Insyaalah kami akan memfasilitasi supaya anak itu bisa direhabilitasi hingga bisa sembuh normal seperti anak seusianya,” katanya.

(dil)