Bank Indonesia Optimalkan Penggunaan QRIS

Bank Indonesia tengah melakukan pertemuan dengan berbagai awak media untuk memaparkan sistem QRIS

RADARCIANJUR.com – Bank Indonesia (BI) Kantor perwakilan Jawa Barat optimistis penggunaan Quick Response Indonesia Standar (QRIS) atau Quick Response (QR) Code dapat meningkatkan penggunaan uang elektronik atau cashless di Jawa Barat.

Hal itu dikemukakan Kepala Grup Advisory Ekonomi BI Jabar Pribadi Santoso, menurutnya penggunaan uang elektronik telah digencarkan dalam beberapa tahun terakhir, namun penggunaannya masih sangat terbatas. Saat ini, masyarakat mayoritas masih menggunakan uang cash untuk bertransaksi. Hal itu terlihat dari masih tingginya perputaran uang kertas di Jabar.

Di sisi lain, data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2018, tingkat penetrasi pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 171,17 juta jiwa atau 64,8 persen dari total populasi. Artinya, semakin banyak masyarakat yang diperkirakan bakal teredukasi menggunakan pembayaran digital.

“Kami optimistis transaksi cashless akan meningkat, baik secara nilai atau volume  transaksi. Sebagai perbandingan, kalau semua pelaku UMKM bertransaksi secara non-tunai, dapat meningkatkan ekonomi antara 0,5 hingga 0,7 persen,” ungkap Pribadi di Bandung, Senin (19/8/2019).

Ia menambahkan, QR Code akan memisahkan masyarakat bertransaksi non-tunai. Karena, nantinya semua sistem pembayaran (SP) elektronik harus menginduk menggunakan QR Code yang diterbitkan Bank Indonesia. Sistem ini dipastikan akan menyebar secara masif hingga tingkat pelosok.

Para pelaku usaha kecil, seperti pedagang bakso bisa menggunakan QR Code untuk menerima pembayaran dari sistem pembayaran tertentu, seperti Gopay, Ovo, My Link, serta pembuatan mobile bankinglainnya.

“Kami yakin ini akan digunakan secara masif karena QR Code bisa menerima transaksi kecil senilai Rp2000-an,” pungkasnya.

Menurut dia, QR Code hadir menjawab tumbuhnya sistem pembayaran yang berkembang sangat cepat. Tetapi munculnya sistem pembayaran membuat banyak sekali model QR Code. Sehingga BI menilai perlu ada standar bersama menggunakan QR code sebagai gerbang semua pembayaran.

Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran BI Jabar Sukarelawati Permana, sarana bertransaksi menggunakan QR Code ini akan berlaku wajib pada 2020. Bank Indonesia, kata dia, saat ini masih memberikan waktu kepada perbankan dan penyedia sistem pembayaran untuk melakukan penyesuaian standarisasi QR Code.

(rzy)