Hutan Gunung Pogor di Naringgul Terbakar

Hutan Gunung Pogor terbakar

RADARCIANJUR.com-Kawasan hutan Gunung Pogor, di Desa Malati, Kecamatan Naringgul terbakar, Minggu (18/9) malam sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung, kebakaran tersebut cepat diketahui warga sekitar.

Bersama masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMHD) Desa Malati serta petugas Polter KPH Cidaun dibantu Anggota Polsek Naringgul dengan sigap langsung memadamkan kobaran api.

Usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar dua jam kemudian, api yang membakar batang ranting ilalang di pinggir hutam itu bisa dipadamkan dua jam kemudian.

Terpantau dilokasi kejadian puluhan warga masyarakat kampung Cikondang Dibantu aparat pemerintah desa langsung berhamburan menuju titik api yang membakar hutan gunung pogor Cikondang parakan telu desa malati.

Dikatakan waryono (49 ), salah seorang warga yang ikut memadamkan api, kalau kayu tidak ada yang terbakar. Hanya alang-alang saja, sebab hutannya juga sudah gundul.

“Dengan berbagi macam cara kami dengan warga lainya memadamkan api. Alhamdulilah tidak berlangsung lama api bisa dipadamkan sehinga tidak membesar masuk ke dalam hutan membakar pohon-pohon kayu lainya,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Adam (42). Awal kali api terlihat sekitar pukul 18.00 WIB. Melihat hal itu, ia lantas memberitahukannya kepada warga lainnya yang langsung bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya.

“Beruntung api tidak menjalar ke dalam hutan hanya di pingiran hutan, jadi hanya alang-alang yang kebakar. Pas tadi saya lihat dari jalan ujung Parakan Telu kelihatan awalnya api datang,” tuturnya.

Sementara, anggota Polter Perum Perhutani KPH Cidaun, Asep Asbo menjelaskan, lokasi kebakaran itu terletak di blok petak 24 gunung Pogor di Kampung Cikondang yang menyambungkan ke Kampung Parakan Telu, berbatasan dengan hutan lindung BKSDA kurang lebih ada sekitar tiga patok atau di kisaran 1.500 meter.

“Berawal titik api datangnya dari tengah. belum jelas penyebab munculnya api berasal dari mana. Dugan sementara ada orang yang iseng,” ujarnya.

Asep melanjutkan, tidak adanya air sangat menyulitkan untuk melakukan pemadaman api. Namun berkat kerjasama dengan masyarakat dan berbagai pihak, termasuk anggota kepolisian, api bisa dengan cepat dipadamkan.

“Kejadian kebakaran hutan sudah kami laporkan ke KRPH dan Asper. InyaAllah rencananya besok siang (hari ini, red) kami bersama jajaran Polsek Naringgul akan melakukan penyelidikan untuk memastikan api berasal dari mana. Kami terus lakukan patroli, dikawatirkan api kembali membesar,” pungkasnya.

(jay)