5 Tahun Rizky Makan Binatang Hidup, Dinsos Cianjur Baru Tahu

MR(11) sedang berusaha untuk menagkap kodok.

RADARCIANJUR.com – Dinas Sosial Kabupaten Cianjur baru akan menerjunkan tim untuk memastikan kondisi Muhammad Rizky, bocah 11 tahun yang memiliki kegemaran memakan hewan hidup di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu.

Rizky diketahui merupakan anak dari keluarga tak mampu yang sudah kerap melakukan kebiasaan aneh itu sejak lima tahun lalu.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Teguh mengaku, pihaknya baru mengetahui informasi kondisi Muhammad Rizky setelah muncul pemberitaan di media masa.

“Saya baru tahu itu, selama ini tidak ada petugas sosial yang membuat laporan,” katanya.

Teguh mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya berencana segera mengirim petugas sosial untuk memastikan keadaan Muhammad Rizky.

“Besok (hari ini, red) akan ada petugas dari Dinas Sosial yang akan melakukan assesment terhadap keluaganya (Muhammad Rizky),” kata Teguh.

Menurut Teguh, assasment terhadap keluarga Rizky itu perlu dilakukan agar dapat mengatahui secara persis apakah keluarga Rizky masuk golongan Penyandang Masalah Kesejahtraan Sosial (PMKS) yang mana dan program-program apa yang cocok untuk diterima keluarga itu.

“Dari 26 jenis PMKS, dia (Muhamad Rizky) masuk PMKS yang mana. Kita harus tahu dulu agar nanti program yang diterimanya sesuai dengan golongan,” jelasnya.

Sementara, Camat Sukaluyu Supiandi mengatakan pihaknya baru mengetahui perilaku tak lazim yang dilakukan Muhammad Rizky setelah pihaknya memberi bantuan perbaikan rumah terhadap Cucu (35) yang tak lain adalah orang tua Muhamad Rizky.

“Awalnya saya mendapat laporan dari kepala desa, bahwa ada warganya yang kurang mampu tinggal di rumah yang nyaris ambuk. Tapi sama sekali tidak ada laporan tentang perilaku aneh Muhammad Rizki,” terangnya.

Supiandi mengatakan, setelah mendapat laporan ada warga yang tinggal di rumah yang nyaris ambruk, ia pun lantas berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil, hingga akhirnya mendapat bantuan dari donatur untuk perbaikan rumah keluarga tak mampu tersebut.

“Saat saya melihat kondisi rumahnya, baru saya tahu bahwa ada anaknya yang mempunyai kebiasaan aneh,” beber Supiandi.

Lanjut Supiandi, melihat adanya perilaku aneh yang sering dilakukan Muhammad Rizky, pihaknya a pun lantas berkoordinasi dengan muspika lainnya.

“Hasil dari koordinasi ada salah satu organisasi masyarakat yang mempunyai fasilitas untuk membawa Muhamad Rizky berobat,” katanya.

Terpisah, tim medis telah mendatangi rumah Muhammad Rizky, Selasa (20/8). Tim medis langsung dipimpin Kepala Puskesmas Sukaluyu, dr Nurul Hadi. Kedatangan tim medis itu untuk memeriksa kondisi kesehatan terakhir Muhammad Rizky.

“Untuk rencana tindaklanjut, Puskesmas akan mendampingi pengobatan pasien ke RSUD,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Cianjur, dr Irvan Fauzy.

Dari laporan kepala Puskesmas yang diterima Dinkes, riwayat penyakit sekarang yang diderita Rizky adalah anak sering ngomong sendiri dan jerit-jerit. Anak tersebut termasuk hyperaktif dan sering kejang hampir tiap bulan.

Menilik pada gejala tersebut, diduga Rizky mempunyai penyakit Epilepsi. Tim medis juga mengatakan, anak tersebut belum pernah makan kodok dan ular. Hanya dipakai untuk main-mainan saja ditarik-tarik.

“Anak tersebut suka lari-lari keluar jalan tidak jelas, anaknya belum bisa berbicara sampai sekarang,” kata Irvan mengutip laporan tim medis puskesmas.

Irvan juga menerima laporan riwayat penyakit dahulu dari Rizki.

“Awal kejadian, anak pada usia 10 bulan sering mengalami panas dan kejang-kejang. Riwayat pengobatan terdahulu sering rawat jalan ke Pustu Babakansari dari tahun 2013 sampai sekarang. Pernah dirujuk ke RSUD Cianjur Tahun 2018,” katanya.

Irvan juga mengatakan, riwayat pengobatan dan upaya yang dilakukan di RSUD Cianjur itu, berdasarkan diagnosa, Rizky disebut menderita epilepsi.

“Namun keluarga tidak koopratif saat diarawat di rumah sakit sehingga disuruh pulang oleh pihak rumah sakit. Lalu berobat rawat jalan ke Puskesmas Babakansari,” terangnya.

Irvan mengatakan, saat ini dilakukan kunjungan rumah oleh dokter puskesmas, promkes , bidan desa dan pemegang program jiwa. “Dilakukan kunjungan rumah oleh Tim PIS-PK,” pungkasnya.

(dil)