Terbakar Saat Amankan Demo, Begini Kondisi Terkini Bripda FA Simbolon dan Bripda Yudi Muslim

Seorang polisi terbakar saat hendak mengamankan demo mahasiswa di Cianjur. Foto: Fadil/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kondisi dua anggota Sabhara Polres Cianjur yang terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa di Pendopo pada Kamis (15/8) lalu semakin membaik. Salah satunya harus menjalani operasi hingga dua kali karena luka yang cukup parah.

Bripda FA Simbolon dan Bripda Yudi Muslim memang telah dipindahrawatkan dari ruangan High Care Unit (HCU) ke ruangan perawatan umum Kemuning lantai 4 di RSHS Bandung. Dokter spesialis operasi bedah plastik RSHS Bandung, dr Hardisiswo Soedjana,drSpBP-RE(K) yang menangani kedua pasien mengatakan, kondisi luka bakar yang dialami keduanya berbeda satu sama lain.

Bripda Yudi Muslim mengalami sekitar 13,5 persen, dengan derajat kedalaman yang cukup berat yaitu tingkat dua (full thickness burn), meliputi bagian leher, kedua tangan, dan sebagian wajah. Sedangkan, Bripda FA Simbolon, mengalami 6,5 persen luka bakar tingkat dua (superficial partial-thickness burn) yang meliputi bagian leher, sebagian dada, dan lengan atas bagian kanan.

Dikarenakan luka bakar keduanya mengenai lapisan dermis paling dalam, sehingga dibutuhkan penanganan luka melalui skin graft berupa operasi pecangkokan atau penambalan jaringan kulit.

“Pak Yudi luka bakar yang cukup dalam dan adanya ancaman infeksi, dibandingkan Pak Simbolon. Maka dibutuhkan operasi, dan diperlukan perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan derajat luka tingkat superficial burn, yang relatif bisa sembuh dalam waktu 7-10 hari dengan tumbuhnya epitel kulit dengan sendirinya,” ujarnya kepada wartawan di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung.

Akan tetapi menurutnya, dengan kondisi luka bakar dalam dialami Bripda Yudi dan Bripda FA Simbolon, meski dapat sembuh, tetap memerlukan proses yang lebih lama dan akan meninggalkan jaringan parut yang kurang baik dari estetika.

Sebab berpotensi akan menimbulkan terjadinya kontraktur (kelainan/pemendekan permanen) yang dikarenakan tertariknya otot pada jaringan lunak di bawah kulit bagian leher sehingga tidak akan bebas dalam bergerak.

“Oleh karena itu, Pak Yudi setidaknya harus dilakukan kurang lebih satu atau dua kali tahapan operasi, meliputi tahap pertama pembersihan jaringan kulit yang mati dengan general anastesi atau bius umum, agar pasien tidak kesakitan. Kemudian di tahap kedua, operasi pencangkokan/penambalan kulit yang akan kita ambil dari kulit lipatan paha,” ucapnya.

Proses operasi untuk Bripda Yudi pun direncanakan akan dilakukan pada hari ini Rabu (21/8) atau Kamis (22/8) nanti, dengan melihat hasil observasi kesehatan dan kesiapan pasien. Terlebih luka pada bagian tangan merupakan luka paling dalam dan cukup luas.

Disinggung mengenai jumlah dokter bedah plastik yang akan terlibat dalam proses operasi, menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan cukup satu atau dua orang saja. “Bisa cukup saya saja atau dua orang dokter (bedah plastik) kita lihat nanti. Kita dahulukan yang Pak Yudi karena lebih parah, dibandingkan pasien Simbolon,” ujar dia.

dr. Hardi pun menjelaskan, kondisi perkembangan luka bakar dari keduanya pun berangsur membaik jika dibandingkan pertama kali dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Jumat (16/8), dimana sebagian luka dengan derajat superficial kini telah mengering dan tumbuh jaringan epitel kulit.

Meski demikian pihaknya akan tetap terus melakukan perawatan luka dan kesehatan secara baik, agar kondisi tersebut tidak berubah menjadi lebih rusak dari yang ada saat ini. “Yang dikeluhkan mereka saat ini hanya susah tidur mungkin karena trauma atas peristiwa itu, sedangkan untuk nyeri dari luka yang ada sudah jauh berkurang karena adanya oleh bantuan obat penahan nyeri,” katanya.

Ruang perwatawan Bripda Yudi dan Bripda FA Simbolon yang berada di kamar 409 lantai 4 Kemuning RSHS Bandung, dijaga cukup ketat oleh petugas keamanan dan dua orang anggota kepolisian, sehingga tidak sembarang orang dapat menjenguk masuk ke ruangan tersebut tanpa mengantongi izin dari pihak keluarga maupun pihak RSHS Bandung.

(tri)