Alhamdulillah, 400 Nelayan Cianjur Dapat Asuransi

RADARCIANJUR.com – Nelayan di Kabupaten Cianjur saat ini sudah mendapatkan jaminan keselamatan melalui asuransi. Asuransi tersebut program dari pemerintah pusat yakni Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Cianjur.

Kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat sebanyak 400 kuota asuransi. Dari data tersebut, sudah semua nelayan yang terdaftar dalam kuota asuransi tersebut.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, nelayan mendaftarkan diri secara online dengan melampirkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Setelah terdaftar, nelayan akan mendapatkan nomor Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Ku Suka). Setelah melalui validasi di pusat, kartu dapat dicetak.

“Jika nelayan sudah mendaftar, maka data-data nelayan kita upload ke pusat untuk validasi dan nantinya akan diverifikasi lalu kartu dapat dicetak,” ujar Kasi Pemberdayaan dan Kelembagaan Nelayan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Cianjur, Suwanto.

Premi bantuan dari pusat yakni sekitar Rp175.000. Sementara untuk nelayan yang tidak mendapatkan bantuan, bisa mengikuti asuransi secara mandiri dengan tiga pilihan premi yaitu dari mulai Rp175.000, Rp100.000 dan Rp75.000 pembayaran premi yang dilakukan setahun sekali.

Asuransi tersebut bisa dibantu untuk pendaftaran oleh Dislutkanak Kabupaten Cianjur jika nelayan kebingungan untuk mendaftar. Ternyata, asuransi tersebut tidak hanya bisa dirasakan saat mengalami kecelakaan saja. Saat mengalami sakit dan berobat, nelayan bisa mengklaim dari hasil pengobatan dengan menyertakan kwitansi hasil berobat.

“Tapi kadang nelayan tidak mau ribet untuk mengurus klaim tersebut, tapi kita siap saja untuk membantu klaim dari mulai sakit hingga meninggal,” ungkapnya.

Bukan hanya bisa diklaim untuk kecelakaan di laut maupun di air, namun ketika kecelakaan di perjalanan darat akan mendapatkan bantuan sebesar 10 persen dari bantuan kecelakaan di laut yakni sebesar Rp20 juta.

400 kuota yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dibagi dua tempat yakni untuk nelayan di Jangari dan Cianjur Selatan. Namun pembagian kuota tersebut tidak sama jumlahnya, dilihat terlebih dahulu banyaknya nelayan di satu wilayah.

Jika nelayan yang tahun sebelumnya sudah menerima bantuan dari pemerintah, tahun selanjutnya diarahkan untuk ke mandiri. Dari hasil sosialisasi tersebut, nelayan cukup tertarik dengan program tersebut.

“Di Jangari baru ada dua kelompok nelayan, sementara di Cianjur Selatan yang terbanyak di Kecamatan Agrabinta cukup bagus responnya,” tuturnya.

(kim)