Bayi Kembar Siam Fadli-Fadlan Harus Tunggu 3 Tahun Lagi untuk Operasi

MEMPRIHATINKAN: Sang bibi, Samsi menggendong Fadli (kiri) dan Fadlan (kanan) saat menjalani perawatan medis di RSUD Cianjur, kemarin. FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Cerita memilukan datang dari Kecamatan Kadupandak. Warga Kampung Rawabulan, Desa Sukakerta bernama Samsi (40) harus merawat bayi kembar siam dempet kepala berumur delapan bulan bernama Fadli dan Fadlan.

Ubun-ubun atau bagian kepala belakang Fadli menempel dengan dahi kanan Fadlan. Saat ditemui di RSUD Cianjur, kondisi Fadlan relatif lebih memprihatinkan. Bibirnya sumbing dan mengalami kesulitan untuk bernapas. Fadlan pun lebih terlihat banyak diam dibandingkan Fadli yang terlihat lebih aktif dan kerap menangis dengan suara kencang.

Bayi kembar siam yang berasal dari Sukabumi itu memang sudah lama dirawat oleh bibinya, Samsi (40). Kedua orangtua Fadli dan Fadlan tidak bisa mengurus kedua bayi karena sang ayah Sahud (35) mencari nafkah di Jakarta sebagai penjahit pakaian. Sedangkan sang ibu Ani (30) bekerja di salah satu pabrik garmen di Sukabumi.

Proses kelhiran Fadli dan Fadlan sudah mengkhawatirkan karena harus melalui proses cesar di Sukabumi. Tak lama setelah lahir, pihak keluarga langsung membawa Fadli dan Fadlan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kondisi kesehatan Fadli terbilang stabil, sementara adiknya Fadlan mengalami sesak nafas. Selain itu, kondisi fisik Fadlan berbeda dari kakanya. Bibir yang sumbing serta salah satu lubang hidung pada bagian kanan tidak ada dan membuat Fadlan perlu perawatan serius. “Dari pas lahir pernah dibawa ke rumah sakit di Bandung supaya mendapatkan perawatan bahkan kalau bisa dioperasi,” ujar sang bibi, Samsi.

Dengan keterbatasan biaya dan keadaan ekonomi, pihak keluarga turut dibantu oleh pemerintah desa serta Kecamatan Kadupandak yang tidak tega melihat kondisi kedua bayi kembar siam tersebut. Lanjutnya, pihak keluarga pun sudah pasrah dan ingin segera dilakukan operasi.

Setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur, akhirnya Fadli dan Fadlan dirujuk ke RSHS Bandung agar mendapatkan penanganan lebih serius. Kemarin sore, Fadli dan Fadlan sudah berada dalam pengawasan RSHS Bandung. Padahal, sebelumnya pernah dirawat namun dipulangkan untuk homecare.

“Hari ini (kemarin, red) dirujuk ke RSHS Bandung kembali karena ada keluhan panas badan. Tujuan perawatan untuk mengetahui diagnosa dan diberikan terapi yang tepat, bukan untuk operasi pemisahan,” papar Direktur Medik & Keperawatan RSHS, dr Nucki Nursjamsi Hidajat melalui Humas RSHS, Ekie Adrian .

Adapun untuk kelainan dempet kepala Fadli Fadlan, lanjut Eki, akan dilakukan kajian lebih detail oleh tim penanganan bayi kembar siam RSHS Bandung dengan pemeriksaan ct scan atau MRI.

Sementara itu, Humas RSUD Cianjur, Raya Sandi mengungkapkan, proses operasi untuk pemisahan bayi kembar siam belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Baru bisa dilakukan pada usia empat tahun. Hal tersebut dikarenakan kerawanan terhadap bayi,” tuturnya kepada wartawan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Cianjur, dr Irvan Fauzy mengatakan, keduanya dibawa ke Bandung karena multidisiplin dokter jika akan dilakukan operasi. Ia mengatakan kondisi bayi terus dipantau ketat oleh tim dokter. “Kami terus memantau kondisinya, kondisi bayi kembar Siam tersebut dalam keadaan baik saat ini,” ujarnya.

Bayi kembar siam ini lahir dari pasangan Ani-Sahudin, warga Kampung Pasir, Desa Bojonglonggok, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Ia menjelaskan, setelah lahir bayi dirujuk ke RSHS Bandung dirawat selama satu bulan. Setelah pulang dari RSHS bayi dirawat di rumah Sukabumi,” paparnya.

Lanjutnya, lalu pada tanggal 16 Agustus 2019 kedua dititipkan pada saudara kakak laki-laki yang bernama Hasan dengan alamat Kampung Rawabulan RT02/RW06, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak. “Dengan alasan kedua orangtuanya masuk kerja,” ungkapnya.

Ia mengatakan pada tanggal 19 Agustus 2019, bidan desa mendapat informasi dari keluarga ada bayi kembar siam kemudian bidan desa melakukan kunjungan ke bayi tersebut. “Kondisi bayi kembar siam tersebut bayi Fadlan baik, kemudian kondisi bayi Fadli ada demam, batuk, dan bibir sumbing (labioscihiziz) berat badan 6,2 kilogram,” tuturnya.

Sehingga, pada tanggal 21 Agustus 2019 tindakan dari puskesmas merujuk bayi tersebut ke RSUD Cianjur. “Untuk pembuatan kartu BPJS bayi kembar siam tersebut sedang dalam proses,” imbuhnya.

(kim/cr1/dil)