Mandiri Syariah Komitmen Dukung UMKM

DUKUNG: Petani bunga Ros bersama Branch Manager Mandiri Syariah Cabang Cipanas Evi Selfiawati tengah berbincang sekilas usaha agribisnis bunga mawar. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Bank Mandiri Syariah terus berkomitmen mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pun demikian di Kabupaten Cianjur. Salah satunya dengan mengunjungi salah seorang nasabah yang telah konsisten menggarap UMKM di bidang agribisnis.

Branch Manager Mandiri Syariah Kantor Cabang Cipanas, Evi Selfiawati menuturkan, pihkanya akan terus mendukung UMKM, termasuk pelaku agribisnis dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil dan membantu program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja.

“Mandiri Syariah Cipanas sendiri memiliki dua produk pembiayaan usaha mikro dan usaha UKM yang bisa membantu para nasabah semua guna mengembangkan usahanya di bidang apapun. Baik usaha sembako misalnya, pertanian, peternakan, ataupun usaha kecil menengah lainnya,” kata Evi, Kamis (22/8).

Untuk pembiayaan usaha mikro kepada nasabah, akan dilayani dengan mudah dan cepat. Selain itu, plafon pembiayaannya pun bisa mencapai Rp200 juta.

“Karena usaha ini masuk ke dana umat, pemasarannya akan sangat jelas. Ketika dana pembiayaan itu akan dikucurkan, tentu plafonnya juga disesuaikan dengan kebutuhan nasabah itu sendiri,” kata Evi.

Beragam pembiayaan yang bisa dibantu oleh Mandiri Syariah, diantaranya adalah para pengusaha sembako, petani sayur, bunga, dan juga usaha lainnya, bahkan wiraswasta atau pedagang.

“Kebanyakan di Cipanas itu nasabahnya dari pengusaha sembako. Para pengusaha dibantu pembiayaannya mulai dari Rp50 juta hingga Rp100 juta bahkan hingga limit maksimal Rp200 juta,” jelasnya.

Salah seorang nasabah Bank Mandiri Syariah Cipanas yang sekaligus pemilik Green House Abadi Florist, Rahmat Hidayat mengungkapkan, dulu dirinya bukan wirausaha di bidang agribisnis. Tetapi mendapat dukungan pembiayaan dari Mandiri Syariah dan tertarik mengembangkan usaha mikro, dirinya memilih konsen menjadi petani bunga Rose atau mawar sejak tujuh tahun lalu.

“Memilih bunga Rose atau mawar ini karena ketahanan lahan dari penanaman bunga itu bisa mencapai lima tahun. Alhamdulillah dari tanah sekitar ratusan meter, kini saya bisa memiliki lahan agribisnis ini hingga 3.000 meter,” ungkap Rahmat.

Ia menjelaskan, proses penanaman mawar sampai berbunga itu mencapai empat bulan. Kemudian berangsur setiap harinya bisa panen, dan dibantu juga dengan sistem bending, supaya hasil bunganya lebih bagus.

“Satu ikat itu 20 tangkai, yang dijual sama tengkulak seharga Rp50ribu. Keuntungannya lumayan besar, perbulan mencapai Rp30 hingga Rp40 juta. Hanya untuk sekarang-sekarang ini paling mencapai Rp20 hingga Rp25 juta,” bebernya.

Rahmat mengatakan, para pembeli bunga pun beragam, kebanyakan dari tengkulak asal Cianjur. Hanya disebarkan kembali ke hampir seluruh kota/kabupaten di Jawa barat. Selain itu jenis bunga mawar miliknya pun beragam. Diantaranya jenis Rose Reparpel, Sexyred, Unipers, dan Apalan.

“Yang paling dominan diburu itu dari jenis Sexyred,” tambahnya.

Rahmat mengaku, dirinya sangat terbantu dengan Bank Mandiri Syariah ini, bahkan bisa membeli lahan lainnya dari pembiayaan yang diberikan oleh Mandiri Syariah.

“Saya memilih Bank Mandiri Syariah ini karena pendekatannya tidak rumit, serta bunganya lebih hemat, dan didukung oleh sang anak yang juga kerja di Mandiri Syariah,” kata Rahmat.

Ia mengakui, persaingan pasar memang selalu ada, akan tetapi dirinya berharap tetap bisa melakoni usahanya dan terus mengembangkannya.

“Karena kebutuhan yang cukup tinggi juga, jadi InsyaAllah penghasilan itu akan terus ada, hingga bisa sama-sama maju seperti Bank Mandiri Syariah yang terus maju di perbankan syariah,” harapnya.

(dan)