Sering Gigit Binatang Hidup-hidup, Muncul Bintik Merah di Pipi Rizky

MR(11) sedang berusaha untuk menagkap kodok.

RADARCIANJUR.com – Pihak kelurga Muhamad Rizky mengaku tidak pernah menerima bantuan obat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Orang tua Rizky, Cucu (35) mengatakan, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur memang pernah datang ke rumahnya di Kampung Condre RT 02/RW 06, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu. Namun kedatanganya itu hanya sebatas memeriksa anaknya yang sering kejang dan memiliki perilaku aneh seperti menggigit ular dan kodok.

“Kalau dari tim medis ada datang, tapi hanya cek saja dan tidak memberikan obatnya,” kata Cucu saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/8).

Menurut Cucu, pada kulit wajah anaknya, saat ini mulai muncul bintik-bintik merah. Ia menduga, munculnya bintik merah tersebut karena anaknya gemar memainkan kodok sambil ditarik-tarik hingga kodok tersebut mati.

BACA JUGA : Aneh! Bocah Asal Cianjur Ini Suka Makan Binatang Hidup

“Muncul bintik merah setelah dia sering bermain dengan kodok. Selain di pipi, bagian tangan juga ada,” ujar Cucu.

Cucu mengatakan, pernah melihat anaknya sekali main dengan kodok sampai dengan empat ekor. “Kodoknya bukan kodok sawah, tapi kodok yang ada bintil-bintil itu,” kata Cucu.

Cucu mengatakan, kodok yang sering dimainkan anaknya itu adalah kodok yang biasa disebut warga kampung bangkong korodok atau bangkong budug. Jenis kodok yang biasa ada di sekitar rumah warga perkampungan.

Saat ini, anaknya mulai menurut kalau disuruh membuang kodok yang sedang dipegang. Tak seperti sebelumnya yang kerap mengamuk apabila dilarang.

“Sekarang kalau diperintah dibuang suka langsung dilempar. Saya sering mengalihkan mainannya ke hewan belalang sekarang,” kata Cucu.

BACA JUGA : 5 Tahun Rizky Makan Binatang Hidup, Dinsos Cianjur Baru Tahu

Sementara, Camat Sukaluyu Agus Supiandi mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait kondisi dan kebiasaan aneh Muhammad Rizky.

“Untuk kasus yang dialami Rizky kita akan terus mendampingi, bahkan kita juga berupaya akan membawanya ke salah satu yayasan di Cipanas agar diberikan terapi,” kata Agus Supiandi.

Terpisah, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Teguh mengungkap, warga atas nama Cucu adalah salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, BPNT dan juga sudah mendapatkan program KIS.

“Ibu Cucu juga sudah mendapatkan bantuan rehab rumah tidak layak huni dari desa dan juga dari semua unsur Kecamatan Sukaluyu dan swadaya dari seluruh ormas dan LSM,” katanya.

Saat ini, sejumlah pihak terkait tengah membujuk orangtua Rizky agar kembali menyekolahkan anaknya ke sekolah luar biasa (SLB).

“Dulu Rizky pernah sekolah di SLB namun orantuanya mencabutnya, sekarang lagi diupayakan agar Ibu Cucu mau kembali menyekokahkan anaknya,” katanya.

(dil)