Babinsa Haurwangi Aja Bagi-bagi Air Bersih

Warga mengantre untuk mendapatkan air bersih.

RADARCIANJUR.com – Babinsa Haurwangi, Koptu Haryadi menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Neglasari, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, yang terdampak kekeringan, Jumat (23/8).

Para warga tampak sangat antusias ketika tangki air mendatangi pemukiman mereka. Warga yang sejak pagi mengantre untuk mendapatkan air bersih langsung menyerbu mobil tangki pembawa air. Tanpa basa-basi, mereka langsung mengambil ember dan jeriken untuk mengangkut air bersih tersebut ke rumah mereka masing-masing.

Kondisi ini lantaran di kampung tersebut mengalami kekeringan sejak satu bulan terakhir dan kini mengalami krisis air bersih. Sementara, sumur warga sudah mengering dan kondisi tanah permukiman warga juga tidak lagi menyimpan air.

Terlebih kampung tersebut memang rawan kekeringan setiap tahunnya. Di sisi lain, warga sangat membutuhkan air bersih untuk mandi, mencuci serta memasak.

Koptu Haryadi mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan merupakan wujud dari kepedulian, kasih sayang dan toleransi terhadap sesama.

“Tidak banyak yang bisa saya berikan, namun selaku Babinsa akan senantiasa berupaya dan berbuat yang membawa manfaat bagi masyarakat bangsa dan negara,” kata Haryadi

Menurut Haryadi, bantuan air bersih tersebut adalah murni dari keiklasan hatinya, karena tak tega melihat warga harus menimba air dari sungai Citarum untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Kebetulan pemilik depot air di Sukabumi masih kerabat saya, jadi saya bisa beli air untuk bantuan dengan harga yang murah,” terangnya.

Menurutnya, cara mengantisipasi kekeringan di masa yang akan datang merupakan hal penting untuk dilakukan selain dilakukan penghijauan perlu juga dibuatkqn sumur artesis untuk warga.

“Kalau distribusi air bersih seperti ini, sipatnya hanya sementara, namun untuk pembuatan sumur artesis biayanya cukup besar, jadi perlu ada uluran tangan dari pemerintah atau donatur untuk pembiayaan pembuatan sumur artesis,”katanya

Pemanfaat bantuan air bersih Sumpena (45) memgatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih tersebut

“Alhamdulillah senang sekali, karena memang susah air, kalau mau ambil harus ke sungai Citarum,” kata Sumpena.

(dil)