Bocah Sering Gigit Binatang Hidup-hidup Itu Ternyata Derita Penyakit Ini

MR(11) sedang berusaha untuk menagkap kodok.

RADARCIANJUR.com – Bocah yang gemar menggigit ular dan kodok sampai mati, Rizki Maulana Yusuf (11) dibawa ke rumah sakit umum daerah Sayang Cianjur, Jumat (23/8) pagi.

Rizki diantar oleh ibu dan beberapa tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan medis Puskesmas Pembantu Sukaluyu.

Rizki mendapat serangkaian pemeriksaan oleh dokter spesialis. Dokter spesialis yang memeriksa Rizki adalah dr Djati sp S. Hasil diagnosa dari dr Djati, Rizki, terdeteksi menderita epilepsi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, dr Irvan Fauzy, mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa dari dokter spesialis tersebut maka untuk selanjutnya Rizki akan menjalani rawat jalan.

BACA JUGA : Sering Gigit Binatang Hidup-hidup, Muncul Bintik Merah di Pipi Rizky

“Tadi pagi kami membawa Rizky ke rumah sakit, Rizky mendapatkan serangkaian pemeriksaan kembali,” kata Irvan

Irvan mengatakan, pihak puskesmas pembantu Sukaluyu sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Cianjur akan mengawasi dan mendampingi rawat jalan yang akan dilakukan terhadap Rizky.

Ia berharap peran orangtua dan keluarga terdekat ikut memantau perkembangan Rizky dan membimbing jika kembali melakukan hal di luar kebiasaan anak seusianya.

“Untuk kesembuhanya perlu juga peran orang tua dalam hal mendampingi,”katanya

Lanjutnya, dari keterangan keluarga, Rizky sudah mulai menurut kepada ibunya ketika dilarang untuk memegang kodok. Saat kedapatan memegang kodok, jika ibunya melarang maka kodok tersebut langsung dibuang.

Diberitakan sebelumnya, tim medis telah mendatangi rumah Rizki Maulana Yusuf, Selasa (20/8). Tim medis langsung dipimpin Kepala Puskesmas Sukaluyu, dr Nurul Hadi. Kedatangan tim medis itu untuk memeriksa kondisi kesehatan terakhir sang bocah.

“Untuk rencana tindaklanjut, Puskesmas akan mendampingi pengobatan pasien ke RSUD,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Cianjur, dr Irvan Fauzy, Selasa (20/8) kemarin.

Dari laporan kepala Puskesmas yang diterima Dinkes, riwayat penyakit sekarang yang diderita Rizky adalah anak sering ngomong sendiri dan jerit-jerit. Anak tersebut termasuk hyperaktif dan sering kejang hampir tiap bulan.

Menilik pada gejala tersebut, diduga Rizky mempunyai penyakit Epilepsi. Tim medis juga mengatakan, anak tersebut belum pernah makan kodok dan ular. Hanya dipakai untuk main-mainan saja ditarik-tarik.

“Anak tersebut suka lari-lari keluar jalan tidak jelas, anaknya belum bisa berbicara sampai sekarang,” kata Irvan mengutip laporan tim medis puskesmas.

Irvan juga menerima laporan riwayat penyakit dahulu dari Rizki.

“Awal kejadian, anak pada usia 10 bulan sering mengalami panas dan kejang-kejang. Riwayat pengobatan terdahulu sering rawat jalan ke Pustu Babakansari dari tahun 2013 sampai sekarang. Pernah dirujuk ke RSUD Cianjur Tahun 2018,” katanya.

Irvan juga mengatakan, riwayat pengobatan dan upaya yang dilakukan di RSUD Cianjur itu, berdasarkan diagnosa, Rizky disebut menderita epilepsi.

“Namun keluarga tidak koopratif saat diarawat di rumah sakit sehingga disuruh pulang oleh pihak rumah sakit. Lalu berobat rawat jalan ke Puskesmas Babakansari,” terangnya.

Irvan mengatakan, saat ini dilakukan kunjungan rumah oleh dokter puskesmas, promkes , bidan desa dan pemegang program jiwa. “Dilakukan kunjungan rumah oleh Tim PIS-PK,” pungkasnya.

(dil)