Kapolda Jabar Ungkap Fakta Terbaru Kasus Terbakarnya Polisi di Cianjur

Seorang polisi terbakar saat hendak mengamankan demo mahasiswa di Cianjur. Foto: Fadil/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Peristiwa terbakarnya empat anggota Polres Cianjur masih teringat di dalam kepala. Siapa sangka, demo dengan kobaran api di pintu masuk Pendopo Cianjur pada Kamis (15/8) lalu itu sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Sufahriadi mengatakan, kasus dugaan pembakaran terhadap anggotanya terus dilakukan penyelidikan.

Hingga Jumat (23/8), Kapolda menyatakan sudah lima orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Lima orang tersangka, dan itu semuanya mahasiswa,” ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (23/8) sore.

Kapolda menambahkan, untuk motif tersangka masih didalami.

“Motifnya nanti kita rilis ya, sekarang masih penyelidikan,” jelasnya.

Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus menjelaskan, lima tersangka ini memiliki peran berbeda.

“Kelima mahasiswa ini punya peran dalam aksi demo di depan Pemkab Cianjur Kamis 15 Agustus 2019 lalu,” paparnya.

Kelima tersangka yakni R, RR, OZ, AB serta MF sudah dimintai keterangan.

Semuanya ditangkap di lokasi yang berbeda-beda juga.

“Terakhir yang ditangkap semalam (Kamis 22/8) yakni MF di kawasan Cibadak Sukabumi. Keempat lainnya ditangkap di Ciranjang, Cirebon, Jakarta dan Cidaun,” jelasnya.

Hasil pendalaman, peran-peran tersangka dalam aksi ditemukan dalam catatan pra demo.

“Jadi ada rapat sebelum aksi demo tanggal 15. Rapat berlangsung tanggal 8 dan 13 Agustus lalu, catatan rapat itu kita selidiki dan sudah kami amankan,” jelas Kombes Iksantyo.

(rif/pojoksatu)