Duka Keluarga TKW Naringgul 9 Tahun Hilang Dikabarkan Meninggal di Jordania, Tak Sempat Lihat Adik Lulus Kuliah

TINGGAL NAMA: Keluarga menunjukkan foto almarhumah Ani binti Iin , TKW asal Naringgul yang ditemukan meninggal dunia di Jordania

RADARCIANJUR.com – Malang nasib Ani bin Iin. Impian melihat adiknya menyandang gelar sarjana tak pernah terealisasi. Ia lebih dulu berpulang setelah ditemukan meninggal di depan halaman sebuah gedung di Jordania. Negeri yang menjadi tempatnya mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Ironisnya, tenaga kerja wanita (TKW) asal Naringgul itu sempat hilang kabar selama sembilan tahun lamanya.

Laporan: A. Jajang Sugiarto, NARINGGUL

Beberapa orang tampak berkumpul di rumah semi permanen di kampung Cidalung RT 07/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul. Satu nama yang masih tetap menjadi topik pembicaraan mereka. Yakni Ani bin Iin.

Bagi keluarga, kabar meninggalnya Ani bak petir di siang bolong. Bagaimana tidak, perempuan 37 tahun itu sembilan tahun terakhir hilang tanpa kabar saat bekerja sebagai TKW di Jordania. Telebih, selama sembilan tahun bekerja, keluarga sama sekali tak mendapat kabar dari Ani.

Itu adalah kali kedua Ani mencari nafkah di negeri orang. Sebelumnya, ia juga sudah menjalani hal serupa. Pun saat itu, tak ada kabar berita dari Ani. Namun, keberangkatan Ani kali kedua pada 2011 menjadi yang terakhir keluarga melihatnya.

Adik Ani, Maryani (29) mengungkap, saat hendak berangkat ke Jordania untuk kali kedua, tak ada pesan khusus yang disampaikan kakaknya itu. Hanya saja, korban menyatakan ingin melihat dirinya menyandang gelar sarjana.

Karena itu, Ani memutuskan kembali berangkat sebagai TKW untuk membantu biaya perkualiahan dirinya.

“Pada pemberangkatan, kakak saya pernah bilang harus melanjutkan kuliah, jangan sampai putus,” ungkapnya kepada Radar Cianjur.

Selain itu, kakaknya juga mengaku memiliki impian ingin membangunkan rumah untuk kedua orangtuanya. Pasalnya, mereka selama ini hidup di bawah garis kemiskinan.

Kabar meninggalkanya Ani itu, disebut Maryani sangat mengagetkan dan sulit untuk dipercaya. Akan tetapi, lantaran kabar itu disampaikan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jordania, mau tak mau keluarga harus menerimanya.

“Rasanya tidak percaya, namun setelah KBRI mengirimkan foto-foto almarhumah, kami percaya dan rasanya saya mau pingsan,” ujarnya.

Kini, Maryani pun sudah menuntaskan wasiat dari kakaknya itu. Ia sudah merampungkan studinya. Sayangnya, apa yang menjadi impian kakaknya itu, tak diketahui Ani.

“Kuliah saya sudah lulus dan kini sudah mengajar di sekolah SD,” tuturnya.

Satu-satunya harapan keluarga saat ini adalah, agar jenasah almarhuman bisa secepatnya untuk dimakamkan di kampung halaman. Kabar terbaru menyebutkan, jenasah Ani saat ini sudah dipindahkan ke rumah sakit pemerintah Jordania.

“Semoga bisa cepat dipulangkan,” lirihnya.

Sementara itu Kepala Desa Wangunsari, Sapaat Suanda membenarkan kabar terbaru terkait jenasah salah satu warganya itu.

“Informasi dari Disnaker Cianjur betul bahwa jenasah alamarhumah Ani sudah pindah tempat. Sekarang sudah ada dirumah sakit milik pemerintah Jordania,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait terus mengupayakan pemulangan jenasah korban ke tanah air.

“Terkahir kemarin surat keterangan tidak mampu sudah kami kirimkan melalui petugas kami ke kabupaten,” jelasnya.

Sementara, komunikasi dengan pihak terkait pun masih terus dilakukan. “Pesan kami kepada pihak keluarga, semoga bersabar dan mari kita sama-sama berdoa semoga diberi kelancaran untuk kepulaangan jenasah alamarhumah,” pungkasnya.

(**)