Lawan Badak Lampung, Persib Dalam Keadaan Pincang

Supardi Nasir dikawal ketat pemain PSIS Semarang

RADARCIANJUR.com – Persib Bandung akan menjalani lawatan ke markas Perseru Badak Lampung dalam laga lanjutan Liga 1 2019, Minggu (25/8) dalam keadaan pincang. Pasalnya, mereka harus ditinggal empat pemain penting dengan alasan yang berbeda-beda. Di laga yang ketujuh kali ini, Persib wajib menang. Mengingat enam laga sebelumnya belum memetik kemenangan.

Awalnya, Persib hanya ditinggal oleh tiga pemainnya, yakni Ezechiel N’douassel yang terkena akumulasi kartu, Hariono diberi hukuman tambahan dari Komdis PSSI, dan Febri Hariyadi karena gabung pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Berikutnya, Gian Zola juga dipastikan absen pada laga yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, tersebut. Seperti Febri, Zola juga mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia. “Kami akan lihat dan sekarang kami pastikan tanpa empat pemain, bukan tiga pemain karena Gian Zola juga dipanggil ke Timnas. Kami mencoba untuk memanggil Zola dari keperluan dia di Kepolisian karena kami butuh pemain, tapi ternyata ada panggilan timnas untuk Zola,” ujar Robert Alberts, pelatih Persib, di Bandung, Kamis (22/8).

Robert Alberts menilai Liga Indonesia unik lantaran di tengah berjalannya kompetisi Liga 1 selalu ada pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia. “Saya beberapa kali bicara soal sepak bola Indonesia karena kerap ada pemanggilan timnas, tapi liga tetap berjalan, ini cukup unik,” seloroh Robert.

Namun, ia memastikan pasukannya harus siap menjalani laga melawan Badak Lampung, walau persiapan berjalan tidak mulus karena Persib Bandung kehilangan beberapa pemain penting. “Itu yang harus kami akui, bahwa tim butuh satu sama lain dan kami sering bermain dengan situasi tanpa pemain yang disiapkan untuk bermain di posisi tersebut. Ezechiel terkena skorsing lagi, ini keempat kalinya musim ini, dan itu tidak boleh berlanjut jika kami ingin tampil lebih kuat,” tutur Robert.

Yang pasti, lanjut Robert, pada putaran kedua Liga 1, Persib Bandung harus merangkak naik di klasemen dan tidak bisa membiarkan pemain mudah terkena hukuman. “Mengakhiri putaran pertama ini saya menargetkan berada di posisi kesembilan atau ke-10. Itu target yang realistis. Tapi, kami juga harus ingat ada banyak klub yang masih kurang bermain dan banyak tim yang masih menyisakan pertandingan yang belum dimainkan. Jadi, kami juga belum tahu kapan putaran pertama selesai karena kondisi itu,” ucap Robert.

Terkait kekalahan Persib Bandung yang diakibatkan dari miskomunikasi di lini belakang, Robert Alberts tak menyalahkan Bojan Malisic.
Menurutnya, gol yang banyak bersarang di gawang Maung Bandung adalah kesalahan yang harus ditanggung bersama.

Diakui Robert Alberts, dalam laga terakhir, Pangeran Biru memang kalah kualitas dibandingkan PSM Makassar. “Kami punya tim yang cukup seimbang tapi PSM lebih agresif. Mereka punya passing yang lebih bagus dari Persib, dan kalian bisa lihat kualitas yang berbeda,” katanya.

Dari enam laga terakhir, Pangeran Biru memang belum sekalipun merasakan kemenangan. Terlepas dari hasil akhir, Robert Alberts mengklaim permainan Supardi cs terus berkembang. “Jika melihat permainan, tim terus meningkat. Kami harus terus memperbaikinya di putaran kedua, termasuk cetak gol,” kata pelatih asal Belanda itu.

(bol/tri)