Pemuda Cianjur Songsong Revolusi 4.0

Aliansi Pemuda Cianjur (Aspec) menggelar dialog kebangsaan dan Forum General Discussion (FGD) di salah satu gedung di Pacet

RADARCIANJUR.com – Aliansi Pemuda Cianjur (Aspec) menggelar dialog kebangsaan dan Forum General Discussion (FGD) di salah satu gedung di Pacet, Jum’at (23/8) kemarin.

Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Implementasi Gerakan Tiga Pilar Budaya Cianjur Pada Revolusi 4.0 untuk Pemuda Cianjur dan Kontruksi Ideologi Pemuda Pasca Pilpres’.

Ketua Pelaksana Muhammad Ma’ruf mengatakan, revolusi industri 4.0 membawa peralihan dari komputerisasi ke digital dan memberikan berpengaruh besar dalam kehidupan.

“Kegiatan ini memang hanya fokus diskusi saja, guna bersama-sama merekonstruksi para pemuda terkait pentingnya budaya tiga pilar di Cianjur ini,” terangnya.

Menurutnya, perubahan industri digital tak lepas adanya budaya lama. Artinya setiap budaya dan era revolusi saat ini, mesti seimbang dan selaras dengan budaya lama.
“Keduanya harus seimbang. Mendukung kemajuan zaman, tanpa melepaskan budaya lama. Tapi menyelaraskan keduanya,” kata dia.

Senada yang disampaikan Narasumber pada kegiatan tersebut, dr Cecep M. Wahyudin. Menurutnya, industri digital 4.0 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi yang membuka ruang interaksi tanpa batas.

Kondisi ini, mempermudah aktivitas manusia, komunitas, organisasi atau perusahaan yang lalu memunculkan otomatisasi dan kecerdasan buatan atau intelegensi artifisial(AI).

“Ketika Cianjur memiliki tiga pilar, maka mesti bisa sama-sama digabungkan hal positif budaya tersebut dengan revolusi industri saat ini,” jelasnya.

Dengan adanya teknologi saat ini, menurutnya parameter suatu kaum atau perorangan pun bisa lebih cepat diakses. Tetapi ketika pola suatu sistem itu dapat dirubah, maka teknologi yang kini terus berkembang akan bercampur dengan baik.

“Banyak contohnya perkembangan digital saat ini, salah satunya adalah cakupan internet saat ini bisa dengan mudah diakses dan digunakan dalam suatu pemerintahan terkecil, sampai ke pemerintah pusat itu sebetulnya menjadi lebih mudah,” tukasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Susilawati menyampaikan, negara dalam hal ini harus menjamin sosial, budaya serta politik.

Karena itu, negara mesti bisa melindungi tumpah darah Indonesia serta mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pencapaian terakhirnya ialah pemenuhan hak sosial politik masyarakat.

Selain itu, negara juga harus hadir untuk pemenuhan ekonomi tersebut, hak sosial hak budaya, termasuk masalah kesehatan dan pelayanan, harus ada regulasi yang memenuhi itu.

“Bagaimana negara bisa memberikan kebebasan memilih, dipilih dan upaya perlindungan. Jangan sampai ada intimidasi. Contohnya ketika berbeda pilihan, jadi ada intimidasi itu jelas tak boleh. Justru harus menghadirkan wajah politik yang santun. Seperti dalam budaya Cianjur ini, Ngaos Mamaos, dan maenpo,” paparnya.

(dan)