Hilang Tenggelam, Satu Nelayan Agrabinta Ditemukan

Tim SAR menemukan satu dari dua nelayan di Agrabinta yang hilang

RADARCIANJUR.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muslih Bin Ano (28) nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Lugina, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, Minggu (25/8).

Setelah empat hari melakukan pencarian sejauh 11 kilometer dari Desa Sinarlaut ke arah timur pesisir Pantai Lugina dengan radius sejauh enam kilometer, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Muslih dalam keadaan terapung.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, pada koord 07 26′ 40.58″S – 106 58′ 53.42″E.

“Saat ini jenazah korban sudah diserahkan ke pihak Polsek Agrabinta, selanjutnya akan dilakukan penyerahan jenazah ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Sugeng, Minggu (25/8).

Sementara tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap satu nelayan yang masih hilang atas nama Sanusi bin Islam (45. Pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Bandung, Pos SAR Sukabumi, Polsek Agrabinta, Koramil Agrabinta, BPBD Cianjur, Polairut Cianjur, Tim SAR Pramuka Cianjur, Pemuda Pancasila, dan warga setempat, masih mencari korban Sanusi dan Muslih.

Kepala Seksi Siaga dan Operasi Kantor SAR Bandung atau Basarnas Jawa Barat Rudi mengatakan, operasi pencarian yang dimulai pada Jumat 23 Agustus 2019 dan Sabtu 24 Agustus 2019, difokuskan pada penyisiran darat.

Menurutnya, operasional pencarian diawali dengan briefing bersama Tim SAR Gabungan terkait kekuatan personel dan petunjuk kerjadan keselamatan kerja pada pukul 07.00 WIB.

“Pukul 07.30 WIB Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban Sanusi dan Muslih dengan melakukan penyisiran darat dari Pantai Lugina ke arah Barat sampai dengan Pantai Cidolog Rambay, Sukabumi,” terang Rudi.

Penyisiran, dibagi menjadi tiga satuan regu. Regu pertama melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah barat, regu kedua menyisir sejauh 2 kilometer ke arah timur, dan regu ketiga menyisir seputaran lokasi kejadian.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim SAR gabungan bersama nelayan di Pantai Lugina, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, masih melakukan pencarian dua orang nelayan yang dilaporkan hilang terbawa arus ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik.

Terbaliknya kapal pencari udang yang ditumpangi empat orang nelayan warga Kampung Cikakap, Desa Tanjungsari itu, terjadi tidak jauh dari bibir pantai akibat dihantam gelombang yang cukup tinggi.

Dua orang berhasil selamat atas nama Ikin bin Udin (20) dan Iman bin Udin (27), sedangkan dua orang lainnya atas nama Sanusi bin Islam (45) dan Muslih Bin Ano (28) dilaporkan hilang terbawa arus.

(*/net)