Ibu di Cianjur Mengaku Terima Video Call Suami Sedang Disiksa

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kecamatan Karangtengah Dewi Rahmawati (35) mengaku mendapatkan kiriman pesan suara dan panggilan video melalui Whatsapp.

Pesan itu berisikan bahwa suaminya Dasep Suhaefi menjadi korban penculikan dan kekerasan oleh beberapa orang tak dikenal.

Informasi terkait hal tersebut viral di media sosial setelah putrinya memposting tulisan berisi kronologi hilangnya Dasep di media sosial facebook milik Dewi. “Itu tulisan anak saya, dia meluruskan informasi di Facebook soalnya banyak yang nge-inbox nggak saya balas karena pusing,” ujarnya.

Sebelumnya, cerita hilangnya Dasep bermula pada Selasa (20/8). Dewi mengatakan, suaminya pamit pergi sekitar pukul 17.00 WIB, pada saat pukul 22.00 WIB suaminya memberitahukan posisinya berada di Sukaraja, Sukabumi. “Dia pamit mau pergi ke luar, tidak tau mau kemana bilangnya mau cari uang. Saya video call sekitar pukul 22.00 WIB, saya tanya dia di mana kata dia di Sukaraja arah pulang,” paparnya.

Beberapa jam kemudian ponsel milik Dewi berbunyi. Ada pesan masuk dari nomer telepon suaminya. “Masuk pesan suara tapi bukan dari suami saya dia meminta saya angkat video call,” ungkapnya.

Tak berselang lama, ponsel Dewi kembali berdering. Pada layar ponsel tertera nomor suaminya menghubungi melalui layanan video call Whatsapp. Saat diangkat, ia melihat motor suaminya tergeletak dan ada beberapa orang yang menginjak-injak suaminya.

“Dia berkata kasar pakai bahasa sunda, dia bilang suami saya sedang disiksa. Kata dia kamu istrinya mau bagaimana, bahasanya kasar, video hp diarahkan ke wajah suami saya. Motor suami saya tergeletak. Kalau wajah pelaku enggak terlihat hanya suaranya saja video diperlihatkan ke badan suami saya,” jelasnya.

Di saat keadaan tersedak tersebut, Dewi mengaku panik lalu mencari bantuan ke teman-teman suaminya. Bahkan, dirinya kembali menghubungi nomer telepon suaminya yang lain, namun tidak aktif. “Nomer suami saya ada tiga semuanya tidak aktif, setelah itu saya coba lapor ke beberapa polsek di Cianjur dan Sukabumi. Namun belum ada kabar lagi sampai saat ini, sudah kehilangan jejak,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Dewi memilih untuk tinggal sementara di rumah saudaranya. Pasalnya, ia khawatir jika orang tersebut datang ke kediamannya dan melakukan sesuatu pada diri Dewi dan anak-anaknya. “Sejak kejadian itu saya langsung tinggal di rumah saudara. Sampai ada kabar suami saya dimana dan bagaimana kondisinya,” tuturnya.

Lanjutnya, saat ini ia sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Polsek Karangtengah. Ia pun berharap suaminya bisa pulang dalam keadaan selamat.

(kim)