Ironis, Warga Cibeber Ngamen di CFD Demi Air Bersih

PEDULI CIBEBER: Sejumlah pemuda dari Desa Cisalak Kecamatan Cibeber melakukan penggalangan dana untuk membuat sumur bor. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dampak dari musim kemarau hingga rusaknya tanggul di Kecamatan Cibeber nampaknya membuat sejumlah masyarakat yang peduli ‘turun gunung’. Pasalnya, warga harus mengantre setiap hari untuk mendapatkan air bersih yang digunakan untuk mandi, cuci pakaian, minum dan berwudhu.

Beberapa pemuda melakukan penggalangan dana dengan mengamen di car free day (CFD) Bojong, Karangtengah, Minggu (25/8).

‘Ngamen’ tersebut didukung sejumlah musisi seperti D’Hoeiz dan Digo salah satu gitaris musisi Iwan Fals. Tak sedikit masyarakat yang memberikan uangnya untuk turut membantu. Nantinya, uang dari sumbangan tersebut digunakan untuk membuat sumur bor sehingga airnya bisa dimanfaatkan warga.

“Kondisi kekeringan saat ini ternyata sudah cukup parah. Jangankan untuk mandi, untuk wudu pun sulit,” ujar inisiator kegiatan, Deden Hardeni.

Sehingga saat ini, dirinya bersama pemuda dari Desa Cisalak tidak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mendapatkan jalan keluar agar bisa mendapatkan air bersih. Sodetan yang dibuat kemarin ternyata belum bisa mengalirkan air dari sungai Cikondang.

Inisiatif serta keprihatinan ini yang membuat pria yang biasa disapa Ki Abot menggandeng pemuda serta musisi agar mendapatkan dana yang diperuntukan membuat sumur bor.

“Kita mencoba dengan cara ini (ngamen, red) kepada masyarakat yang sedang melaksanakan CFD di Desa Bojong dan meminta keikhlasannya untuk memberikan sedikit uang yang dimiliki agar bisa membantu saudara kita yang di Kecamatan Cibeber. Alhamdulillah, masih ada juga masyarakat yang memang peduli,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yunus Muslihat yang turut bergabung dalam acara tersebut sangat prihatin dengan kondisi yang telah terjadi. Pihaknya sudah berupaya untuk meminta bantuan kepada Dinas Sumber Daya Air (Disda) Provinsi Jawa Barat agar bisa segera mengatasi hal tersebut.

“Kita sudah berupaya mendorong agar pihak provinsi bisa cepat tanggap mengatasi hal ini, karena ini kategori darurat yang memang kepentingan masyarakat banyak. Sudah sembilan desa yang terkena dampaknya dan 11 ribu hektar sawah yang gagal panen,” jelasnya.

Selain itu, dirinya pun mengkritik agar tidak hanya memperhatikan pembangunan yang kurang kepada kepentingan masyarakat. Perlu adanya perhatian terhadap hal-hal yang sangat krusial seperti yang terjadi di Kecamatan Cibeber. Lanjutnya, masyarakat tidak mungkin harus menunggu waktu yang ditetapkan oleh pihak provinsi untuk pembangunan irigasi tersebut.

Di sisi lain, Digo, musisi kenamaan yang turut meramaikan acara tersebut pun mengaku prihatin dengan keadaan yang terjadi di Kecamatan Cibeber. Saat dirinya datang ke lokasi, untuk wudhu pun sangat kesulitan. Pasalnya harus mengantri terlebih dahulu dengan warga yang lainnya.

Dirinya bahkan sampai menitikan air mata melihat kondisi tersebut. Ia pun meminta kepada para pemangku kebijakan agar tidak diam saja dengan keadaan masyarakat yang sudah kesulitan air bersih.

“Saya melihat sangat prihatin dan sedih bahkan sampai menitikan air mata, sungguh pemandangan yang sangat ironi melihat kondisi sulitnya air bersih. Kita mohon juga kepada berbagai pihak agar bisa turut membantu dengan keadaan saudara kita ini,” jelas pria yang menjadi gitaris musisi kenamaan Iwan Fals ini.

Kegiatan ini nantinya tidak hanya pada satu tempat saja, rencananya akan dilakukan di berbagai tempat seperti Alun-Alun Cianjur dan Citimal serta pusat keramaian lainnya.

(kim)