Benahi Cianjur, Ormas Kiblat Minta Masyarakat Kompak

Ormas Kiblat (komando indonesia berdaulat ) dan KSB menggelar acara silahturahmi dan makan bersama

RADARCIANJUR.com – Ormas Kiblat (komando indonesia berdaulat) dan KSB menggelar acara silahturahmi dan makan bersama di Kampung Lembah Pinus, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas.

Acara tersebut di hadiri juga oleh wakil ketua MUI Cipanas dan para tokoh lainya.

Dalam acara tersebut Ketum Ormas Kiblat, Jamaludin sempat memberikan pemaparan tentang progaram kerja berikut VISI dan MISI dari Ormas Kiblat yang didirika pada tahun 2019.

Ketum Ormas Kiblat, Jamaludin

Jamaludin berharap dengan terbentukanya ormas kiblat bisa membantu meluruskan semua pihak yang berkaitan dengan para pihak pelawan hukum di wilayah Kabupaten Cianjur

“Keberadaan Ormas Kiblat diharapkan bisa bermanfaat untuk masyakarat, menjadi balancing dan fasilitator dalam menyelesaikan segala perselisihan atau perbedaan yang ada di tubuh umat islam, menjadikan silahturahmi dan ukuhuwah antar umat islam semakin kuat tanpa melihat adanya perbedaan dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

Ormas Kiblat memiliki kewenangan untuk berperan akatif dalam pengawasan pembangunan daerah.

“Memberi masukan dan mengawal jalanya pemerintahan sesuai apa yang diamanatkan oleh masyarakat khususnya Kabupaten Cianjur untuk menuju Cianjur adil, sejahtera, makmur lohjinawi,” lanjutnya.

Jamaludin juga berkata, Ormas Kiblat siap membatu masyarakat dalam menyampaikan segala bentuk aspirasinya untuk memajukan Cianjur.

“Ormas Kiblat dalam keberadaanya berdiri dalam posisi independen dan siap membatu masyarakat dalam menyampaikan segala bentuk aspirasinya untuk memajukan Cianjur yang subur bebas dari korupsi dan KKN,” pungkas jamal.

Sementara itu, Pudin Arwibowo ketua lembaga KPK Kabupaten Cianjur sekaligus pendiri Ormas Kibat sanggat berharap sekali Cianjur bisa terbenahi untuk jauh lebih baik kedepanya.

Karna dinilai banyak sekali perusahaan yang menyalah gunakan izin terutama prumahan -perumahan yang jadi ajang prostitusi, selain itu juga banyak lagi para wanita yang membuka usaha berkedok repleksi pijat dan warung remang-remang.

“Harapat saya sebagai masyarakat cianjur semua itu bisa ditertibakan karna jika dinilai pergerakan satpol pp (polisi pamung perja ) mereka bergerak hanya bisa cari uang atau dengan sebutan cari 86 bukan menertiban,” ujarnya.

(dep/*)