134 Area di Cianjur Tak Tersentuh Sinyal Komunikasi

Ilustrasi

RADARCINJUR.com – Sebanyak 40 desa di Kabupaten Cianjur diketahui tak bisa ditembus layanan internet. Bahkan, 134 area malah termasuk menjadi titik blankspot, alias sama sekali tak bisa tersentuh sinyal komunikasi. Alhasil, komunikasi dan informasi yang dilakukan pun menjadi terkendala.

Kadiskominfo Kabupaten Cianjur Tedy Artiawan mengatakan, ratusan area blank spot tersebut terletak di Cianjur selatan. Jangankan sambungan internet, sambungan komnikasi sinyal telekomunikasi pun tak dapat menembusnya.

“Memang kalau di Cianjur selatan saat ini susah untuk mendapatkan signal sehingga masyarakat susah untuk mengakses Internet bahkan ada beberapa Wilayah di peloksok yang memang blankspot,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, ada total 40 desa di Kabupaten Cianjur yang masih sulit untuk mendapatkan singnal telekomunikasi. Bahkan 134 area benar-benar tak bisa dijangkau, baik sinyal telekomunikasi maupun internet.

“Sekarang kita upayakan agar kita diberikan sarana untuk wilayah Cianjur selatan sehingga mendapatkan jaringan,” kata Tedy usai memberikan bimbingan teknik pengunaan aplikasi Sapawarga kepada para Ketua RW dan perangkat desa di Hotel Bydiel, Selasa (27/8).

Di sisi lain, program Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program aplikasi Sapawarga berbasis digital yang mengandalkan sambungan sinyal komunikasi dan layanan internet.

Sayangnya, puluhan desa dan ratusan area blankspot menjadi kendalanya. “Karena kan untuk menjalankan aplikasi ini harus ada signal (internet),” jelasnya.

Pemprov Jabar, lanjutnya, membagikan smartphone yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Sapawarga kepada para Ketua RW. Itu dilakukan guna mempermudah informasi dan pelayanan publik di Jawa Barat.

“Setiap perangkat android yang dipegang oleh Ketua RW terdapat aplikasi Sapawarga. Aplikasi ini adalah program pemberian fasilitas gadget (smartphone) dan platform aplikasi,” bebernya.

Tedy mengatakan, melalui bimbingan teknik pengunaan aplikasi Sapawarga ini, para pemegang smartphone dibekali pengertian agar mereka dapat memahami cara penggunaan aplikasi tersebut.

“Kita secara bertahap memberikan edukasi kepada yang sudah menjadi admin untuk perangkat diberikan secara bertahap ada beberapa yang sudah mendpatkan dan berikan edukasi kaitan dengan aplikasi Sapawarga ini, termasuk bimteknya berjenjang. Diharapkan semua RW sudah bisa menerima dan melaksanakan program ini,” katanya.

(dil)