403 Jamaah Haji Sudah Kembali ke Cianjur

LUANGKAN RINDU: Kerabat tak mampu menahan haru saat 403 jamaah haji dan enam petugas tiba di Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur semalam (27/8). FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 403 jamaah haji kloter 34 Kabupaten Cianjur beserta enam petugas Tim Pendamping Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tiba dengan selamat tadi malam (27/8) pukul 20.30 WIB. Sebelumnya, jamaah haji tiba di Tanah Air pada pukul 13.55 WIB.

Di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, beberapa penjemput dari keluarga jamaah haji sudah menanti sejak sore hari agar mendapatkan tempat untuk menunggu kepulangan.

Setibanya 10 bus yang membawa jamaah haji dari Embarkasih, Bekasi, para penjemput serta keluarga jamaah haji langsung menyerbu pintu keluar bus untuk melepas rindu kepada anggota keluarganya. “Alhamdulillah kloter 34 mendarat pada pukul 13.55 WIB dengan selamat dan sehat. Jumlah jamaah yang tiba sesuai dengan yang berangkat yakni 403 jamaah dan enam petugas,” ujar Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Cianjur, Tavip Supriyadi.

Lanjutnya, seluruh jamaah dinyatakan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami sakit apapun. Untuk pemulangan berikutnya kloter 71 dan 72 akan tiba pada tanggal 8 September 2019. Dirinya pun berharap, semua jamaah haji kloter 71 dan 72 selamat dan dalam keadaan sehat kembali ke Kabupaten Cianjur. “Kita berharap tentunya dengan kepulangan nanti kloter berikutnya selamat dan sehat tanpa ada halangan apapun,” harapnya.

Sementara itu, Dokter Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Ngesti Iswanda mengatakan, kesehatan jamaah haji dari Mekkah ke Jeddah aman dan saat dari Jeddah ke Indonesia pun semua baik-baik saja. Saat hujan yang terjadi di Mina beberapa waktu lalu, jamaah haji tidak ada yang mengalami sakit serius. Hanya saja mengalami batuk serta flu, hal tersebut dikarenakan peralihan cuaca dari panas ke hujan. “Waktu itu tidak ada sakit yang serius, hanya batuk dan flu yang banyak karena dari panas ke hujan serta debu,” paparnya.

Ketika tiba di bandara, para jamaah haji diharuskan melakukan scan untuk mendeteksi suhu tubuh agar mengetahui ada gejala atau tidak jamaah terkena mers cov yang disebarkan virus unta. Lanjutnya, demam dari virus tersebut di atas 39 derajat celcius.

Namun dari semua hasil pengecekan jamaah haji Kabupaten Cianjur tidak mengalami hal tersebut. Setelah dari pengecekan melalui scan, semua jamaah haji akan mendapatkan Kartu Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) yang berwarna kuning. “Semua jamaah haji mendapatkan kartu tersebut untuk melakukan pengecekan kesehatan lanjutan di puskesmas selama 14 hari sejak tiba di Tanah Air,” tutupnya.

(kim)